Chapter 357 - 357. Rencana Piknik (1/2)

#Jakarta, Indonesia.

Sebelum kembali ke China sore nanti, Wangchu yang masih di kediaman Ibu Yuliana sedang duduk manis dengan memainkan ponselnya untuk mengetahui kabar terkini dari Zhenyi di ruang makan setelah sarapan bersama dengan Nadia dan Ibu Yuliana.

Siang ini Wangchu ingin mengajak mereka berlibur. Sambil menunggu Ibu Yuliana dan Nadia yang sedang bersiap-siap, Wangchu terlebih dahulu menelfon Zhenyi untuk menanyakan kabar keadaan Ludius.

[”Zhenyi, bagaimana? Apakah Ludius sudah berhasil di temukan?.”]

[”Belum. Aku sendiri heran, bagaimana Master tiba-tiba menghilang dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Aku khawatir..”] perkataan Zhenyi terhenti dengan syarat kekhawatiran.

[”Jangan asal sembarangan berbicara kau Zhenyi, jika tidak ada jejaknya itu bagus. Itu berarti Ludius masih baik-baik saja untuk saat ini. Kecuali jika ia sudah jatuh ke tangan musuh.”]

[”Sepertinya untuk jatuh ke tangan musuh itu mustahil Tuan, saya sebelum ini sudah mengamati musuh. Mereka tidak membuat pergerakan apapun yang menunjukkan Masster ada pada tangan mereka.”]

[”Itu bagus, untuk saat ini kau amati pergerakan musuh sampai aku kembali. Lalu bagaimana keadaan Longshang saat ini. Apakah sudah ada perkembangan?.”]

[”Nyonya Lu baru saja memberi kabar sedang mengunjungi Tuan Longshang, ia yang mendengar Tuan Longshang menyebut nama Linzy langsung menarik kembali wanita itu ke sisi Tuan Longshang setelah ketiga anggoa yang berjaga mengusir Nona Linzy.”]

[”Jadi Longshang benar – benar masih menghawatirkan Linzy ya. Aku tidak heran sih, selama bertahun-tahun Longshang tidak pernah menyentuh wanita manapun demi waktu dia bisa bertemu kembali dengan Linzy. Untung saja Silvia begitu bijaksana, dia mampu mengambil keputusan ini dan membawa Linzy ke sisi Longshang, meski pada kenyataannya  Linzy lah yang membocorkan segala rahasia Organisasi dan menyebabkan perang ini terjadi.”]

[”Jika begitu, mengapa anda tidak mengeluarkan perintah untuk menangkap Linzy sekarang juga Tuan Wangchu? Siapa tahu kita bisa mengorek informasi darinya.”]

[”Tidak perlu, aku belum yakin. Tapi sepertinya Linzy juga di ancam oleh mereka. Tapi sampai saat ini aku belum terfikirkan, ancaman apa yang menjadikan Linzy seperti ini. Zhenyi!.”]

[”Iya Tuan!.”]

[”Segera perintahkan seorang mata-mata dan hacker untuk selidiki ada hal apa yang terjadi di keluarga Linzy, mungkin dari sini kita akan mengetahui alasannya.”]

[”Baik Tuan Wangchu.”]

[”Ingatlah, hal ini jangan sampai tercium oleh orang lain. Jika mereka sampai mengetahui hal ini, bukan tidak mungkin mereka akan mengambil tindakan pada Linzy.”]

Tut.. tut.. tut..

Telefon terputus, Wangchu yang semalaman tidak bisa tidur, sambil menunggu mereka, ia bersandar  pada sofa yang di tempatinya dengan memejamkan mata meski barang sebentar. 'Hari ini aku akan membawa Bibi Yuliana kembali ke China, jika malam nanti Ludius belum juga di temukan. Apa yang akan aku katakan pada Bibi nantinya?.'

Beberapa menit telah berlalu, Ibu Yuliana beserta Nadia turun dari lantai atas setelah selesai dengan persiapan mereka. Kini Nadia sudah memakai dress santai ¾ untuk jalan-jalan sedangkan Ibu Yuliana memakai dress panjang dengan motif sederhana khas beliau.

”Nadia, sepertinya Nak Wangchu sedang tertidur. Dia terlihat lelah. Bibi jadi tidak enak kalau mau membangunkannya.” Kata Ibu Yuliana yang sudah ada di depan sofa.