Chapter 354 - 354. Kondisi Longshang yang kritis bag 3 (2/2)

-

Setengah jam telah berlalu dan Longshang masih saja belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan bangun. Dari arah pintu Silvia masuk dan melihat betapa Linzy sangat terpukul dengan keadaan Longshang saat ini. Bukan hanya terpukul, ia justru merasa bersalah dan berpikir semua itu mungkin saja akibat dari perbuatannya.

Silvia yang melihat untuk saat ini hanya bisa diam tanpa bisa berbuat atau berbicara. Bagaimanapun memang Liinzy telah melakukan kesalahan meski itu karena sebuah keterpaksaan.

”Zy..” panggil Silvia yang masih menitikan air mata di atas tangan yang ia pegang erat.

Mendengar sapaan dari Silvia, Linzy menghapus air matanya dan menoleh kearah Silvia. ”Silvia, kau masih ada disini?.” Tanya Linzy dengan senyum nya yang masam. ”Maafkan aku..” sambungnya dengan mengalihkan kembali perhatiannya pada Longshang.

”Maaf untuk apa? Apakah kau melakukan sebuah kesalahan Nona Zy?.” Silvia memandang Linzy dengan seksama.

Sebenarnya Silvia sudah tahu mengenai pengkhianatan Linzy dari Wangchu dan suaminya, hanya saja melihat betapa terpuruknya Linzy saat ini itu membuat Silvia menjadi iba.

”Maaf telah melakukan kesalahan yang mungkin tidak dapat dimaafkan oleh kalian.” Ujarnya masih menahan perkataannya.

”Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, jika memang kamu mau memperbaiki semuanya. Aku yakin semua orang akan berusaha untuk mengerti dan memaafkanmu.” Silvia melangkah ke  depan Linzy dan memegang kedua pundaknya. ”Dengarkan aku Nona Linzy Abigail. Hidup di dunia ini selalu di liputi rasa bersalah dan penyesalan. Tapi selagi kita masih hidup, mengapa tidak mencoba untuk memperbaikinya?.” Ucap Silvia dengan bijak, ia berusaha untuk tidak menyudutkan wanita asal Inggris itu dengan tuduhannya.

Linzy menoleh kesamping, ia tidak ingin Silvia melihat wajahnya untuk saat ini. ”Mudah untuk berbicara, tapi tetap saja sulit untuk melakukan. Apalagi kesalahan yang kulakukan cukup besar. Apa mereka masih mau memaafkanku?.”

”Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini Zy, cobalah untuk meminta maaf pada semua orang. Masalah mereka mau menerima maafmu atau tidak, itu urusan mereka. Selagi kamu meminta maaf, hal yang datang selanjutnya pasti akan lebih baik.” Dengan senyuman Silvia menjelaskannya secara perlahan.

”Yah.. aku akan mencobanya. Aku akan berusaha memperbaiki kesalahanku ini...” perkataan Linzy terhenti,

'Meski kemungkinan akan berakibat padaku dan Ayah yang ada di tangan mereka. Jika sudah seperti ini, mau bagaimanapun pada akhirnya akan berakhir dengan hal yang sama. Sepertinya seorang Linzy Abigail akan terus terjerat belenggu seseorang yang berkuasa,'

”Ohya, aku dengar Tuan Lu sampai menghilang dalam pertempuran. Ini semua pasti karena salahku. Bagaimana dengan pencariannya, apa sudah membuahkan hasil?.” Tanya Linzy begitu ia teringat berita yang di sampaikan seseorang padanya.

Akhir pertempuran yang di sebabkan olehnya benar-benar membuahkan hasil yang sangat pahit bagi sebagian orang.

”Belum, pertempuran kali ini terlalu meninggalkan bekas luka yang mendalam bagi sebagian orang. Mereka yang mempunyai keluarga, melihat sang ayah sekaligus suami terluka... bagaimana aku akan mempertanggung jawabkan akan hal ini pada keluarga mereka?.”

”Mereka hanya seorang pasukan, apa masalahnya?.”

”Kau takkan mengerti Zy, tangisan setiap orang yang melihat keadaan anggota keluarganya terluka itu sangat menyayat hati.”