Chapter 314 - 314. Kejengkelan Hati Huan (1/2)

Kakak Lian yang melihat Huan diam saja memandang Silvia langsung menepuk pundak Huan untuk menyadarkannya. ”Huan, apa yang sedang kau fikirkan?” tanya Lian padanya.

”Ehm.. ada apa Tuan?” tanyanya sedikit kaget dan langsung menoleh kearah Lian.

Lian langsung mendekatkan wajahnya kearah Huan, ”Aku tidak tahu apa yang sedang kau fikirkan, tapi aku harap kau tidak berfikiran untuk membuat masalah disini”.

Shashuang langsung tersenyum ramah. ”Tuan tidak perlu khawatir, saya akan bersikap profesional semana mestinya”

”Baguslah kalau begitu..”. Kakak Lian langsung melihat Silvia yang semakin tersenyum nakal melihatnya akrab bersama Huan xian,

'Adikku ini, apakah dia sedang berfikir kalau kami sedang saling bercanda di depannya?' batin Lian, ia hanya bisa menghela nafas atas pemikiran naif adik iparnya,

Sedangkan Silvia yang menjadi bahan pemikiran dua orang di depannya malah salah faham dan mengira mereka sedang saling pandang dan lirik dengan perasaan yang saling terpendam satu sama lain. Benar-benar naif bukan..

”Kakak Lian dan Nona Huan, silahkan duduk..” Silvia mempersilahkan duduk kedua kakak di depannya dengan senyum jahil masih menggoda Kakak iparnya.

Mereka berdua duduk di sofa sudut yang ada di ruangan. Huan yang sejak awal membawa bungkusan kecil berisi camilan buatannya sendiri, berniat memberikannya pada Ludius. Tapi sepertinya tidak semudah yang diharapkan.

”Ohya, hampir saja kelupaan. Saya membawa beberapa camilan buatan sendiri untuk Tuan Lu. Silahkan diterima Nyonya..” Huan langsung beranjak dari duduknya dan memberikan bungkusan tersebut pada Silvia.

”Terima kasih, Nona Huan tidak perlu repot-repot membawakan sesuatu untuk suami saya. Karena Nona Huan teman kakak ipar saya, panggil saja saya Silvia.” Dengan senang hati Silvia menerima bungkusan camilan yang diberikan Huan.

”Ohya, Kakak ipar datang kekantor ada urusan apa dengan Ludius? Kebetulan Ludius sedang pergi ke Hamburg, Jerman untuk urusan kerja dengan koleganya yang ada disana.” Tanya Silvia, ia menaruh makanan tersebut di meja kerja.

”Kakak kemari hanya untuk mengecek keadaan kantor, tahu sendiri Ludius sering sekali absen dari kantor dan banyak meninggalkan tugas yang menumpuk dimeja.” Ujar kakak Lian.

”Benar sekali kak, ini saja aku yang tidak pernah melihat keadaan kantor sekali datang langsung melihat setumpuk laporan di meja. Ah.. pria itu memang paling bisa merepotkan orang. Hufft..” keluh Silvia, ia yang duduk di meja kerja mulai menghubungi CS untuk mengantar minuman untuk tamunya.

”Kakak Lian dan Huan ingin minum apa, biar Silvia pesankan,” tanyanya sambil kembali melihat beberapa dokumen yag tersisa.

”Apa saja, kau tak perlu repot-repot adik. Lagi pula kamu sedang sibuk mengurus beberapa laporan yang menumpuk.” Balas Kakak Lian menolak.