Chapter 262 - 262. Kumpul bareng Teman bag 2 (2/2)
Meski sudah tahu pasti keadaan kandungannya lemah, namun bukan Silvia namanya kalau hanya berdiam diri di Mansion tanpa membuat ulah. Ia akhirnya pergi tanpa memberitahukan Ludius.
***
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mobil yang di kemudikan Silvia akhirnya sampai di depan sebuah Cafe yang cukup mewah dengan Desain unik yang mampu menarik minat pembeli apalagi hanya untuk sekedar bersua foto.
Setibanya di Cafe The Latte' yang buka setiap hari dengan kapasitas pembeli ratusan membuat. Silvia, Lingling dan Nadia turun dari mobil.
Modil Limitide Edition dengan penumpang 3 wanita berpenampilan yang menunjukkan mereka memiliki Kekuasaan sempat membuat heboh pengunjung Cafe, terutama para pria.
Merasa di perhatikan banyak orang, Lingling yang biasanya cerewet dengan banyak tingkah lebih memilih diam. Sedangkan Nadia dan Silvia yang sudah biasa menjadi pusat perhatian tidak merasa kaget dengan kejadian ini dan lebih memilih cuek.
Pelayan yang melihat ketiga wanita belum dilayani mendekat. ”Ada yang ingin di pesan Nona?”. Tanya pelayan. ”Mari saya tunjukkan tempat yang enak untuk santai”. Pelayan tersebut mengantar Silvia dan yang lain ke sebuah tempat.
Karena Cafe hari lumayan banyak pengunjun, Silvia dan yang lain harus mencaribtempat yang kosong. Namun di tengah langkah mereka beberapa pria yang sedang duduk tenang begitu melihat ketiga wanita insting nakal dan jahil mereka tergugah. Dengan wajah beringasan mereka berdiri dari kursi dan menghampiri Nadia dan yang lainnya.
”Tunggu Nona, kau akan pergi kemana?”. Tanya pria bringasan tersebut menghentikan langkah ketiga wanita tanpa menoleh ke arah pria yang memanggil mereka.
”Kau belum tahu siapa aku? Berani-beraninya mengacuhkanku!”. Kata pria yang menghentikan langkah ketiga wanita.
Seorang pria yang tidak terlalu muda dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi tersebut menggunakan jas hitam dengan dasi garis-garis samping menghampiri Silvia dan yang lainnya bersama orang yang sepertinya ajudannya. Ia dengan Percaya dirinya mendekati salah satu dari Silvia dan Nadia yang berdiri bersebelahan. Tangan kanan dan kirinya memegang tangan Silvia dan Nadia.
Pelayan Cafe yang melihat tindakan berani pelanggan Cafe hanya bisa diam memperhatikan tanpa bisa melawan karena statusnya yang hanya pelayan. Sedangkan para pelanggan lain yang melihat lebih memilih bungkam.
Bukan karena mereka tidak melihat kejadian yang ada di depan mata, hanya saja mereka tahu pria yang tengah berulah adalah Putra dari Salah satu Pemilik Perusahaan yang cukup berpengaruh meski jika di bandingkan dengan Tangshi Grup tidak ada artinya.
”Lepaskan tanganku! Kau tak berhak menyentuh tanganku atau temanku! ”. Gertak Silvia. Ia yang sedari tadi dian menatap tajam ke arah pria yang berani menyentuhpergelangan tangannya.
”Hahaha… ”. Gelak tawa pria tersebut tanpa mrmikirkan orang yang ada di sekitar. ”Siapa kau berani menggertakku! Apa kau tidak tahu aku adalah Penguasa Daerah ini? Ayahku adalah pemilik Perusahaan Han. Han Jin Ling!”.
Karena dengan mengatakan nama Perusahaan tersebut, pria yang bernama Han Jin Ling tersebut semakin menjadi-jadi. Ia mencekal dengan erat tangan Silvia yang pertama kali memprovokasinya. ”Rasakan ini!! ”,
”Augh.. Kurang ajar kau! ”. Silvia mencoba melepaskan cekalannya
Nadia dan Lingling yang melihat lantas tidak tinggal diam dan mencoba melawan. ”Lepaskan tangannya! Apa kau ingin berurusan dengan Istri dari Presdir Lu?! ”. Kini giliran Nadia yang menggertak menggunakan nama Ludius