Chapter 245 - 245. Kedekatan yang berawal dari salah paham (1/2)
Diam.. Ludius terdiam cukup lama, memejamkan mata menelusuri ke dalam fikirannya dengan tenang. Berkali-kali menarik dan buang nafas untuk menenangkan fikirannya.
Lebih dari 10 menit Ludius terdiam dan Longshang dengan sabar menunggu Pemimpinnya angkat bicara. Longshang percaya, bahwa Ludius pasti bisa mengatasi hal ini dengan kepala dingin.
”Longshang, secepatnya kita harus rapat dengan seluruh anggota Organisasi. Tidak terkecuali!! ”. Perintah Ludius dengan tenang setelah membuka matanya.
”Lalu bagaimana dengan undangan dari Pangeran Richard? Terhitung 6 hari hingga sampai pada Senin depan!”,
”Kita akan menghadiri undangannya, aku ingin tahu seberapa banyak Pangeran Richard mengetahui kondisi saat ini”,
”Apakah kau tidak berfikir bahwa Pangeran Richard memiliki tujuan lain selain bekerja sama dengan kita? Dia memiliki kekuasaan dan mata-mata yang tidak sedikit. Lalu untuk apa dia meminta bantuanmu yang jelas-jelas tidak sebanding dalam hal kekuatan militer?!”.
”Itulah yang akan kita cari tahu bersama. Mengenai sampel obat yang kuberikan padamu, aku ingin kau menemui….”, belum selesai Ludius berbicara, Longshang terlebih dahulu menyela
”.... Zizy, bukankah itu maksudmu!!”, sela Longshang,
”Bagaimana kau tahu? Apakah kau sudah bertemu dengannya?”. Sedikit terkejut mendengar Longshang mengetahuinya terlebih dahulu. Tapi itu tidak heran, dia adalah Longshang..
”Ya.. aku bertemu dengannya saat akan menemuimu sebelum ini. Dia masih sama seperti dulu hanya saja..”
”.... hanya saja dia lebih berani mengambil keputusan. Dia memilih menjadi anggota WMA menurutku juga karenamu. Longshang, Linzy sudah menyesali akan keputusannya di masa lalu. Apakah kau tidak berfikir untuk memaafkannya?!”, Ludius bertanya dengan penuh pertimbangan,
”Kau tahu sendiri, Tuan Rushter tidak bisa kita singgung. Dia memiliki aset dan Perusahaan yang mendunia, Perusahaan Tangshi Grup masih belum cukup kuat melawannya”, Longshang memainkan jemarinya menutupi kegusarannya.
”Kita bahas itu nanti, aku tengah menyusup ke Pasar gelap dengan menggunakan alamat IP acak. Namun hasilnya masih nihil… ”, kata Ludius yang sedikit kecewa dengan pencariannya kali ini.
”Sepertinya obat itu memang masih simpang siur dan belum di jual bahkan di pasar gelap”. Sahut Longshang.
”Longshang, kau dan Wangchu bawalah pasangan kalian masing-masing untuk Party malam nanti di BAR Angel. Kau boleh kembali.. ”. Kata Ludius yang masih memainkan keyboardnya.
Sedangkan Longshang sendiri yang sudah memahami petunjuk yang terjadi cabut dari tempatnya.
”Aku harap kau bisa membawa Linzy nanti malam, aku sudah lama tidak mengobrol dengannya!!”. Seru Ludius pada Longshang yang sudah berada di ambang pintu utama.
***
-Mansion Zain Malik
Sore ini di Mansion sederhana Zain masih nampak sepi meski telah bertambah 1 orang lagi yang cukup membuat seisi Mansion gaduh. Bagi Zain yang tidak lebih dari sekedar pengawal Silvia rumah memang tidak terlalu penting baginya.
Namun setelah 2 hari terhitung dari kedatangan Emilia, setidaknya rumah Zain kini lebih berwarna. Sedikit gaduh dan membuatnya merasa lebih nyaman.
Sejak kejadian penyerangan siang tadi dan sehabis makan siang di Restoran Garden, Emilia tertidur di dalam mobil dan hasilnya Zain terpaksa membawanya kembali ke Mansionnya.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, Zain yang sedang berada di ruang kerjanya tengah melihat beberapa laporan dari Markas SSIA (State Security Integrity Agency). Seperti yang di laporkan Komandannya tempo hari, Zain di perintahkan untuk segera meninggalkan China dan meneruskan penyelidikan di Inggris. Hanya saja dia masih belum bisa melepas tanggung jawabnya akan Silvia.