Chapter 210 - 210. Bermalam di Mansion Lu (1/2)

Mansion Ludius Lu

Malam ini di Mansion hanya ada Julian, Shashuang dan Azell. Julian yang baru saja menenangkan Shashuang hingga tertidur keluar dari kamar tamu menuju dapur. Disana sudah ada Bibi Yun yang sedang memasak untuk makan malam.

”Tuan Julian, mengapa Tuan pergi ke dapur? Apakah sedang mencari sesuatu?”.

”Sebenarnya aku ingin membuat makan malam untuk semuanya, kebetulan Shushu (Shashuang) juga belum makan sejak tadi siang”.

”Syukurlah ada Tuan Julian yang mendukung Nona Shu. Saya hanya merasa kasihan pada Nyonya Silvia, Nyonya selalu mengalah dan mementingkan perasaan orang lain daripada perasaannya sendiri. Nyonya dengan sabar selalu menyambut Nona Shu meski dengan alasan Azell. Saya sendiri sebagai seorang wanita merasa Nyonya Silvia benar-benar wanita yang tabah”.

”Apa yang dikatakan Bibi memang benar, adikku dari dulu memang tidak bisa melihat orang lain terluka karenanya, dan karena sikap bodohnya itu dia sendiri yang akhirnya terluka”.

'Dan aku sebagai Kakaknya justru tidak bisa melakukan apapun untuk Silvia, mungkin dengan menikahi Shashuang akan merubah sedikit Takdir Silvia menjadi lebih baik. Meski dengan ini aku juga terlihat kejam'. Batin Julian.

Disela perbincangannya dengan Vibi Yun, Julian melihat ada banyak bahan masakan, ia yang sejak dulu hidup mandiri dari orang tua sudah sepantasnya mahir dalam memasak. ”Bi.. Tolong siapkan bahan-bahan, biar aku yang masak. Kebetulan melihat banyak sayuran jadi teringat buat pecel lele. Bibi tolong masak Lele nya, biar sisanya aku yang teruskan”. Julian mengambil celemek dan menyiapkan bahan-bahan masakan.

”Baik Tuan”. Bibi Yun membantu dengan menyiapkan lele yang sudah dibumbui rempah-rempah dan siap digoreng pada minyak yang panas.

Disisi lain Shashuang yang baru terbangun dari tidurnya melihat ke sekeliling, ia teringat kembali kalau dia berada di Mansion Ludius. Karena Mansion terlihat sepi, ia beranjak dari tidurnya dan keluar dari kamar tamu menjelajahi seisi ruangan yang ada. ”Aku jadi penasaran, dimana kamar Ludius dengan Silvia? ”.

Dengan mata memandang kanan kiri memastikan tidak ada yang melihatnya, Shashuang menaiki tangga menuju lantai atas. Setahunya kamar pengantin mereka memang ada diatas. Sesampainya di atas ada beberapa kamar saling bersebelahan. Dengan beraninya Shashuang melihat satu persatu kamar hingga sampai di kamar nomor 3 dari tangga. Dari luar pintu terlihat sebuah foto pernikahan yang berukuran cukup besar di dinding depan ranjang.

”Mengapa kau menjadi milik orang lain Ludius? Apakah kau tidak mengerti bagaimana remuk redamnya hatiku? Aku kira dengan kedatangan buah hati kita, kau akan merubah pemikiranmu. Tapi kau justru tidak memandangku sedikitpun”. Gumam Shashuang, ia masuk kedalam kamar yang terlihat besar nan indah dengan aksen jawa dengan beberapa ukiran yang mungkin didatangkan khusus dari pengrajin Indonesia.

Tidak hanya sampai disitu, Shashuang yang terlanjur masuk juga menggeledah meja dan isi lemari berharap mendapatkan sesuatu yang berharga.

”Beberapa dokumen kesehatan Silvia? ”. Shashuang yang sedang menggeledah lemari menemukan beberapa dokumen kesehatan Silvia. Tanpa fikir panjang ia membaca seluruhnya dengan cepat, takut jika ada seseorang yang memergokinya.

”Rahim Silvia bermasalah? Dan itu karena peluru yang diarahkan Ludius! Bagaimana bisa.. ”. Kata Shashuang terkejut, ”Sepertinya banyak hal yang terjadi disaat aku tidak ada. Apakah ini sebuah keberuntungan untukku? ”.

Tap Tap Tap