Chapter 132 - 132. Ketampanan dari Sang Ludius (1/2)
Setelah semua tamu meninggalkan Gedung, Alunan petikan Guzheng yang dimainkan Ludius terhenti. Dia beranjak menghampiri Silvia yang berada di pelaminan dan terus memperhatikannya. Ludius yang memakai pakaian tradisional Hanfu bercorak merah darah bercampur coklat seperti Pangeran dari Dinasti Ming yang tiba-tiba hadir dan menghampiri Silvia.
”Sayang.. Ini adalah hari Pernikahan kita. Mengapa kamu hanya berdiam saja?. Aku ada satu permintaan untukmu, maukah kamu mengabulkannya? ”. Pinta Ludius
”Boleh, memangnya kamu menginginkan apa Tuan Lu? ”.
”Menarilah untukku, aku akan mengiringi langkah tarianmu. Aku sudah siapkan pakaian Hanfu untukmu agar memperindah tarianmu”.
”Ta.. Tapi aku tidak bisa menari tarian tradisional China”.
”Ayolah Sayang.. Selagi aku memegang Guzheng, dan lagi pula disini tidak ada orang lain selain keluarga kita. Aku percaya kamu bisa menari dengan baik”.
”Huft.. Baiklah, aku akan menari untuk kali ini saja. Aku akan ganti baju dulu”. Silvia menuju ruang ganti dan mengambil baju Hanfu yang Ludius siapkan.
Seperempat jam kemudian Silvia keluar sudah memakai pakaian tradisional hanfu berwarna merah muda. ”Apakah seperti ini? ”, tanya Silvia, dia berputar-putar memperlihatkan hasil dia memakai baju.
”Benar, ternyata kamu bisa memakainya juga yah. Bisa kita mulai? ”.
”Tentu saja. Mainkan musiknya”.
Ludius memainkan Guzheng dan Silvia mulai menari tarian tradisional China. Lagi-lagi kelakuan pasangan ini menyita perhatian orang lain. Anggota keluarga yang sedang sibuk menghentikan aktifitas mereka dan melihat apa yang sedang di lakukan pasangan baru itu.
Ludius yang melihat Silvia menari dengan elok layaknya burung merak yang membentangkan sayapnya, Begitu terlihat sangat menawan dan menyita hati setiap yang melihatnya.
”Senyum bahagia yang terpancar dari wajahmu, aku akan terus mempertahankannya”. Gumam Ludius yang terus memainkan Guzheng dengan mata memandang Silvia.
Zain yang kebetulan belum pergi dari Aula pernikahan melihat dengan jelas kedekatan dan kebahagiaan yang dirasakan Silvia. Dia berjalan mendekat kearah dimana Silvia menari untuk suaminya dan tepat saat Zain berdiri didepan Silvia, ternyata membuat Silvia kaget dan menghentikan tariannya.
”Zain.. Bagaimana kamu bisa ada disini?”. Silvia mundur ke arah Ludius.
”Aku disini tentu saja untuk menghadiri resepsi pernikahanmu. Mengapa kamu menghentikan tarianmu? Tadi itu sangat indah”.