Chapter 114 - 114. Kembali ke Indonesia (1/2)
Tatapan Silvia masih tidak teralihkan dari pandangan Ludius, sorot mata yang terlihat begitu hangat di bawah guyuran air shower.
”Masih mau berapa lama lagi kamu ingin memandangku Sayang?”.
Pertanyaan Ludius membuat Silvia tersadar dari diamnya yang tengah memandang wajah tampan dan tubuh bidang Ludius.
”Tuan Lu, bisakah kamu keluar dahulu. Aku akan selesai sebentar lagi”.
Silvia mendorong Ludius keluar dari kamar mandi, tapi justru membuat Silvia hampir terpeleset.
”Augh.. ”. Dengan cepat Ludius menangkap Silvia dalam pelukannya.
Dengan cepat Silvia melepas pelukan Ludius dan mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.
”Sayang, kamu ingin mengusirku tapi justru terjatuh. Sepertinya memang aku harus Menemanimu mandi pagi ini. Lagi pula aku sudah melihat semuanya, mengapa manis menutupinya dariku? ”. Kata Ludius terang-terangan.
”Dasar pria tidak tahu malu, Jangan samakan aku dengan wanita-wanitamu yang dulu. Mereka mungkin mengumbar kemolekan di depanmu. Tapi aku ini Silvia, aku masih memiliki rasa malu, aku masih memiliki hak untuk menutupi tubuhku ini walau didepan mu sekalipun”.
”Antara bibir, mata, dan hatimu tidak mengatakan hal yang sama. Manakah yang harus aku percayai Sayang?! ”. Ludius memojokkan Silvia dan membuat Silvia tidak bisa berkutik.
Silvia menghindari pandangan jahil Ludius, dia tahu pria didepannya itu tidak akan melepasnya dengan mudah, apalagi setelah kejadian tadi malam. Pandangannya pagi ini benar-benar liar.
Ludius memegang dagu Silvia dan membuat Silvia menatapnya. ”Sayang, Jika kamu mau Berinisiatif mencium ku terlebih dahulu, aku mungkin akan melepaskanmu”.
”Ba.. Baiklah.. Tutup matamu maka Aku akan menciummu ”. Katanya malu.
Ludius menutup matanya, dengan cepat Silvia mencium pipi Ludius dan pergi meninggalkannya sendiri di kamar mandi.
”Sayang.. Kamu berani mempermainkan Suamimu?. Kita lihat, setelah aku memberikan kejutan di Indonesia nanti. Apa kamu masih bisa menolakku? ”.
***
Pagi ini di jam 07.00 Ludius sudah kembali ke kantor bersama Kakak Lian. Dia mengurus segalanya sebelum pergi.
Di ruang Direktur, sudah ada Ludius LongShang dan Lian untuk membahas proyek 1 bulan kedepan.
”Kakak Lian, aku titip Perusahaan ini padamu. Aku percaya Kakak akan mengurus Perusahaan dengan baik”.
”Tentu Adik, Disini ada LongShang yang membantuku. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu”. Balas Lian.