Chapter 62 - 62. (1/2)
Seisi ruangan riuh oleh suara mereka. Setidaknya Silvia melupakan sejenak apa yang tengah menimpanya. Perasaan senang dan tertawa lepas di wajah Silvia membuat Ludius yang melihatnya menjadi sedikit lebih tenang.
Disaat mereka tengah bercanda suster datang membawa membawa makan siang untuk Silvia. Kali ini Silvia sudah di perbolehkan makan bubur.
”Permisi Tuan dan Nona.. Saatnya Pasien untuk makan siang”. Sapa Suster didepan pintu. Dia masuk dan menaruh nampan berisi makanan di atas meja.
”Sus, kamu boleh keluar. Biar saya yang menyuapi pasien manja ini”. Kata Ludius dengan memandang Silvia dengan tatapan jahil.
”Apa kamu bilang, Aku manja!! Maaf yah Tuan Ludius, aku bukanlah wanita manja yang mau Tuan Ludius suapi makanan. Lagi pula aku masih punya tangan untuk makan sendiri!”.
”Benarkah! Baik.. Dari dulu memang siapa yang selalu menyuapi kamu Sayang?”. Sindir Ludius.
”Permisi Tuan dan Nona Lu.. Kalian sedang senang bercanda tapi lupa kalau masih ada aku disini. Jadi lebih baik aku keluar dulu dari pada hanya menjadi penonton kalian. Permisi!”. LingLing keluar dari ruang rawat.
Kali ini pembalasan karena telah berani meledek Ludius, Silvia di buat kikuk. ”Ayo katakan, siapa yang selalu menyuapimu gadis kecil manja?”. Tanyanya kembali dengan nada jahil.
”Baik.. Baik.. Kamu Tuan Lu! Kamu puas!”. Silvia memasang wajah merajuk, Ludius yang melihat wajah Silvia yang sedang merajuk tersenyum puas.
Ludius mulai menyuapi bubur halus pada Silvia, walau suasana menjadi tenang karena kepergian LingLing. Tapi wajah Silvia terlihat lebih segaran dari terakhir kali terlihat. Terdengar suara ketukan pintu dari depan.
”Bentar ya Sayang, sepertinya ada yang mengetuk pintu”. Ludius berjalan kearah pintu dan membukanya.
Terlihat pria asing datang keruang rawat mereka, dia tampak muram dengan tatapan terus menatap Silvia.
”Siapa kamu? Ada perlu apa dengan calonku?”. Tanya Ludius dingin.
”Pertemukan aku dengan calon istrimu, aku hanya ingin melihat keadaannya”.
”Maaf, tapi Silvia sedang tidak dapat di ganggu. Silahkan cari waktu lain untuk menjenguk!”. Ludius mengusir pria asing yang ingin menjenguk Silvia.
”Tuan Lu.. Apa ada seseorang yang datang?”. Tanya Silvia dari dalam,
Pria asing yang mendengar suara Silvia langsung menerobos masuk. Dia berjalan cepat menuju di mana Silvia berada.
Didepan Silvia dia justru terdiam melihat kondisi Silvia saat ini. Perasaan bersalah seperti telah menghantuinya. Dia berjalan perlahan mendekati Silvia
”Kamu Kakak kan?”. Sapa Silvia dengan senyuman.