Chapter 58 - 58 (1/2)
Setelah penyerangan itu lampu ressort tiba-tiba mati dengan sendirinya. Ini mungkin ulah mereka untuk membuat permainan menjadi semakin menarik. Ludius mengirim pesan pada LongShang.
???? Datanglah segera ke Ressort pantai Wuzhizhou Island. Aku dan Silvia telah di jebak oleh seseorang. Bawa anggotamu menuju kemari secepatnya. Aku sudah tidak ada banyak waktu lagi sebelum mereka menemukan tempat permsembunyianku.
Silvia dan Ludius yang masih bersembunyi di salah satu kamar terdiam menunggu kesempatan untuk kabur dan menyerang.
”Sayang kita tidak ada pilihan lain selain menyerang mereka satu persatu. Kamu tunggulah disini, aku akan mengambil pistolku yang aku tinggalkan di kamarku. Jangan sampai kamu keluar atau bersuara selagi aku belum kembali. Mengerti” bisik Ludius. Silvia hanya mengangguk mengiyakan.
”Tuan Ludius Lu.. Keluarlah!” Suara itu kembali lagi,
Dari yang Ludius dengar suara tadi berasal dari arah yang berlawanan dengan arah menuju kamarnya. Dia mengendap-endap keluar dari tempat persembunyian
'Ini saatnya aku keluar untuk mengambil pistolku, semoga saja mereka tidak tahu dimana kamarku berada'. Batin Ludius.
Ludius keluar perlahan dan melihat kesekeliling, dengan penuh kehati-hatian Ludius akhirnya sampai di ruang samping kamarnya. Disaat dia akan berbelok arah menuju kamarnya. Dua orang ternyata sudah menunggu Ludius didepan dengan persenjataan lengkap.
'Sial, mereka sudah mengetahui dimana kamarku. Lukaku masih mengeluarkan darah, tapi jika hanya beberapa pukulan mungkin aku masih bisa. Terpaksa aku harus menggunakan tanganku terluka'.
Di saat musuh sedang membelakangi, Ludius dengan cepatnya menyerang dari belakang dengan membekap mulut dan mematahkan tulang lehernya. Ludius mengambil pistol dari tangan musuhnya dan menarik tubuh musuhnya kedepannya untuk melindungi diri dari serangan temannya yang memegang pistol.
*Doar!” Musuh melepas tembakan. Ludius yang mengetahui arah serangannya langsung mengarahkan musuh yang berada ditanggannya kearah tembakan.
*Doar!* Ludius membalas melepas satu tembakan dan tepat mengenai kepala musuh.
'Hampir saja, jika tidak ada pria ini. Mungkin aku sudah mati'.
Setelah Ludius membereskan 2musuh yang berada didepan kamarnya, dia mengambil beberapa peluri dan pistol miliknya jenis Raging Bull 454 dengan ketepatan dan kecepatan menembak 90% di lengkapi dengan peredam suara hingga tidak bisa di prediksi arah tembakanya.
'Sekarang, permainan baru saja dimulai!'.
Perlahan Ludius membuka pintu kamarnya dan melihat kondisi sekitar. Dia berjalan cepat menuju Silvia berada.
'Silvia.. Aku segera datang, Sampai saat itu aku mohon jangan sampai kamu terluka'. Batin Ludius berdoa.
Dua belokan lagi Ludius akan sampai pada Silvia. Di saat akan berbelok 3 musuh tengah berkeliling mencarinya dan Silvia.
*Doar.. Doar.. Doar..!” Ludius melepas 3 tembakan pada ke3 musuh yang sedang berada didepannya.