Chapter 12 - Tunangan CEO (2/2)

”Aku hanya ingin menyampaikan hasil akhir dari penyelidikan kemarin. Setelah di interogasi, sayang sekali kita tidak bisa mendapat banyak informasi mengenai organisasi BLACK EMPEROR dari si tua Li Zhueyan. Dia hanya mengatakan bahwa pemimpin mereka selalu bergerak di balik layar, Mereka selalu menyebut pemimpin mereka adalah Tuan Tongzhi Zhe. Sedangkan Jersey Lu, Mengenai kejadian 15 tahun silam, Dia mengatakan kau harus berhati-hati dengan pemimpin dari Black Emperor, dia terkenal akan kelicikan nya” Longshang menjelaskan panjang lebar mengenai apa yang dia dapat dari penyelidikan.

”Jika yang dikatakan Jersey benar. Kemungkinan pemimpin mereka orang yang sama dengan kejadian 15 tahun silam”.

”Ludius, Apakah kau akan terus membalas dendam atas kejadian 15 tahun silam. Jika memang kau benar-benar akan mencari sampai akarnya, Kau telah melibatkan Silvia di dalamnya, maka sampai kapanpun dia akan berada dalam bahaya. Apa kau serius dengan ini?”

”Aku sudah fikirkan itu, Kejadian 15 tahun lalu tidak mungkin aku bisa melupakannya. Semua anggota keluargaku di bunuh, Dan aku masih bisa selamat hanya karena keberuntungan. Aku harus hidup di panti asuhan, dan bertemu dengan kalian, yang sedikit aku sesalkan adalah mengapa aku tidak bisa mengingat wajah dan semua tentang gadis kecil yang selalu datang ke panti hanya untuk menghibur ku. Dia menghilang setelah kita beberapa bulan bersama. Aku terus mencari tetapi tidak ada jejak sama sekali”

Tok.. tok.. tok..

Terdengar suara pintu di ketuk.

”Sudahlah..! ada orang yang datang. Siapa disana?”

”Ini saya Tuan”. Silvia membuka pintu dan masuk. Dia menundukkan wajahnya, dan menghampiri Ludius.

”Bibi Yun mengatakan Tuan memanggil saya untuk datang kemari. Apa Tuan memerlukan sesuatu?” Silvia berbicara tanpa memandang Ludius. Dia seperti sedang menjaga jarak dengannya.

”Ludius, aku keluar dulu. Seperti nya kau membutuhkan waktu dengan gadis kecilmu ini” Longshang berjalan keluar.

”Ada apa denganmu, mengapa kamu berbicara tanpa memandangku..”. Ludius merubah posisi menjadi duduk dan menarik Silvia kedekapannya ”Apakah aku harus melakukan ini agar kamu mau menatapku?”

”Hentikan Tuan..! apa Tuan ingin aku di tuduh merebutmu oleh tunangan Tuan?

”Jadi kamu menjauh dariku hanya karena wanita licik seperti Xiang Zhu, Apakah kamu cemburu gadis kecil?” Memandang Silvia yang membuang muka.

”Tuan Lu, Lepaskan aku. Siapa juga yang cemburu, apa hak ku cemburu pada tunanganmu. Dan seperti yang dikatakan olehnya, Aku hanyalah pelayan dan simpanan mu yang kapan saja kamu merasa bosan, kamu akan membuangnya seperti baju bekas”. Mendengar itu, Ludius tersenyum dan memalingkan wajah Silvia kearah nya.

”Jadi, agar aku tidak bosan padamu. Bagaimana kamu akan menyenangkan hatiku gadis kecil?” Silvia tersentak mendengar ucapan Ludius.

'Salah... Aku pasti telah salah bicara tadi. Sebenarnya apa yang aku katakan tadi hingga membuat Ludius berpikiran seperti itu?'. Mereka saling pandang,

”Tu.. tuan, apa yang akan Tuan lakukan?” Wajah mereka semakin dekat hingga tidak ada jarak diantaranya. Silvia menutup mata dan menundukkan wajah hingga kecupan melesat di kening Silvia. Tanpa sadar wajah Silvia memerah, menahan malu. Seketika ingatan mengenai kejadian di jampus singgah begitu saja hingga membuat wajah Silvia semakin memerah mengingat kejadian itu.

”Gadis kecil, sepertinya kamu harus memikirkan cara lain untuk bisa menyenangkan hatiku. Bukankah kamu tidak suka jika aku dimiliki oleh wanita licik seperti nya?” Ludius terus menggoda Silvia yang jelas - jelas malu oleh perbuatannya.

”Sudahlah Tuan, dilihat dari Tuan yang sudah bisa menggoda, sepertinya Tuan sudah sembuh, Aku harus pergi! Besok aku harus kuliah”. Silvia melepaskan diri dari pelukan Ludius dan berlari keluar.

'Gadis kecil, sampai kapan kamu akan terus mengelak. Apa kamu sadar Perkataan dan hatimu mengatakan yang sebaliknya?'.