Chapter 141 Ayah terposesif (2/2)
Mereka menikmati makan siang mereka dengan tenang
” Maaf nona Nadia bolehkan saya menanyakan satu persoalan pribadi? Mungkin ini terdengar sedikit tidak sopan! ”Jodi terlihat ragu saat ingin mengajukan pertanyaan
” Iya silahkan! ”
” Apakah nona sudah memiliki kekasih? ”
Nadia hanya tersenyum setelah beberapa lama barulah dia membuka suara ” Saya tidak punya kekasih,,, ” Ekspresi Jodi menjadi cerah dan tampak berbinar. Risti menoleh ke arah Nadia dan menyipitkan mata. ” Tapi saya punya tunangan dan berencana untuk segera menikah! ”
Jederr
seperti ada petir yang menyambar. Wajah cerah yang tadi terlihat di pada Jodi, seketika berubah suram
” Apa? Tunangan? Jadi dia akan segera menikah? Huh, sungguh sayang sekali ” Gumam Jodi
Setelah selesai makan. Nadia dan Risti pun langsung pamit untuk meninggalkan tempat itu
” Terimakasih pak Jodi, karena anda sudah mentraktir kami makan siang. Kami permisi karena harus kembali lagi ke kota A sekarang! ”
” Sama - sama. Senang bisa menghabiskan makan siang bersama kalian! ”
Mereka saling berjabat tangan kemudian pergi meninggalkan restoran
” Cih,, sungguh pria yang bermuka dua. Bagaimana bisa dia menarik perhatian para gadis dengan mulut manisnya itu?
Apa wanita yang mau bersama dengannya itu buta? hingga tidak bisa membedakan pria mata keranjang seperti dia! ”
Risti kesal karena tatapan Jodi tadi selalu terarah kepada mereka berdua. Layaknya binatang buas yang ingin menerkam mangsa
” Sudahlah, kalaupun kamu jatuh cinta padanya, kamu pun akan dibutakan oleh cinta ” Nadia tersenyum menyindir Risti
” Huh menyebalkan! ”
===========
Gina telah perbolehkan keluar dari rumah sakit. Keluarga mereka telah menunggu di West Residen, rumah Yudha dan Gina.
Kamar bayi pun telah di renovasi. Tapi karena tidak ingin jauh dari bayi kembarnya, jadi mereka tetap akan tidur dikamar orang tuanya dengan menggunakan box bayi.
” Gina, apa kalian tidak akan menggunakan baby sitter? ” Nenek Julia yang sedang menggendong Jingga, bertanya dengan lembut kepada cucu menantunya
” Ku rasa, aku ingin mencoba membesarkan mereka sendiri. Lagi pula, Yudha bisa membantuku. Jadi selama itu baik - baik saja. Kami akan melakukannya sendiri. Jika nanti kami kewalahan, barulah kami akan memakai jasa baby sitter ”
Nenek Julia dan yang lainnya pun menganggukkan kepala, mengerti dengan apa yang dikatakan Gina
” Lihatlah, Biru begitu tenang digendongan ayahnya. Dia sepertinya sangat menikmati di gendong Yudha ” Kakek Wijaya berbicara dengan begitu kagum saat melihat cucunya yang dingin menggendong Biru
” Tentu saja kakek. Dia kan ayah yang sempurna. Dia akan jadi ayah terbaik bagi Biru dan Jingga . Dia juga akan menjadi ayah terposesif bagi mereka ”
Semua orang tertawa mendengar perkataan Gina. karena mereka tahu, sebagaimana pun dinginnya Yudha. Dia akan bertingkah over protectif jika mengenai Gina dan anak - anaknya.