Chapter 110 Tukang sate tampan (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 21800K 2022-07-20

Yudha pun mengambil satu tusuk sate yang sudah dia lepaskan dari tusukannya dan menyuapi Gina

” Sayang cobalah ini. Tadi kan kamu yang ingin memakan ini! ”

Yudha menyodorkan sebuah sendok berisikan sate dan nasi ke mulut Gina

” Aku sudah tidak ingin makan. Aku ingin segera meninggalkan restoran ini! ”

Suaranya terdengar lemah dan sendu

Yudha bingung dengan sikap Gina yang selalu berubah - ubah belakangan ini. Seperti sekarang. Kadang tiba - tiba dia senang, dan bisa juga tiba - tiba dia jadi sedih

” Apa semua wanita hamil jadi moody seperti ini ya? ”

Gumam Yudha karena bingung

” Sayang, makan sedikit saja ya, kasian nanti calon bayi kita kelaparan, karena kamu tisak mau makan! ”

Wajah yudha dibuat sendu saat membujuk istrinya . Gina pun sepertinya memikirkan perkataan Yudha

” Baiklah aku akan makan. Tapi setelah itu kita harus langsung pulang. Dan lain kali saat kita ke luar rumah kamu harus mengenakan masker! ”

Kata Gina dengan nada suara ketus

Yudha semakin mengernyitkan dahi dan geleng - geleng kepala dibuatnya

Mereka melanjutkan makan dengan tatapan orang yang iri melihat kemesraan keduanya..

” Lihatlah pasangan itu, mereka begitu serasi. Dan sang pria sangat memperhatikan wanitanya. Aku sungguh iri melihat mereka berdua ”

Kata seorang pengunjung

” Benar mereka begitu mesra sekali. Yang pria begitu tampan dan wanitanya begitu cantik. Sungguh pasangan yang cocok”

kata yang lainnya

” Sepertinya aku pernah melihat mereka?

Tapi dimana ya? Wajah mereka begitu tidak asing buatku? ”

” Entahlah, dari cara berpakaian mereka, sepertinya mereka bukan orang sembarangan! ”

” Kurasa juga begitu. Sudahlah kita selesaikan maian kita

Yudha dan Gina selesai dengan makan malam mereka. Meskipun Gina hanya makan sedikit karena nafsu makannya yang tiba - tiba hilang.

” Apa sudah selesai sayang? ”

Tanya Yudha lembut setelah dia membersihkan mulutnya dari sisa makanan. Gina hanya mengangguk perlahan

” Kita langsung pulang saja ya. Kamu pasti lelah! ”

Yudha berkata sambil menggandeng Gina meninggalkan restoran

”ach aku baru ingat! Kita belum memberitahukan keluarga kita perihal kehamilan mu. Mereka pasti akan sangat senang sekali mendengar kabar bahagia ini ”

Sambungnya lagi

” Kalau begitu kita berkunjung kerumah Utama akhir pekan ini, bagaimana? ”

Gina menoleh kepada Yudha dan bertanya

” Baiklah kita akan pulang. Untuk keluargamu,, kita telepon saja ya, aku. khawatir kalau kamu harus melakukan penerbangan kesana! ”

Yudha memasang wajah khawatir dan Gina mengangguk diiringi senyuman indah