Chapter 110 Tukang sate tampan (2/2)
Yudha pun mengambil satu tusuk sate yang sudah dia lepaskan dari tusukannya dan menyuapi Gina
” Sayang cobalah ini. Tadi kan kamu yang ingin memakan ini! ”
Yudha menyodorkan sebuah sendok berisikan sate dan nasi ke mulut Gina
” Aku sudah tidak ingin makan. Aku ingin segera meninggalkan restoran ini! ”
Suaranya terdengar lemah dan sendu
Yudha bingung dengan sikap Gina yang selalu berubah - ubah belakangan ini. Seperti sekarang. Kadang tiba - tiba dia senang, dan bisa juga tiba - tiba dia jadi sedih
” Apa semua wanita hamil jadi moody seperti ini ya? ”
Gumam Yudha karena bingung
” Sayang, makan sedikit saja ya, kasian nanti calon bayi kita kelaparan, karena kamu tisak mau makan! ”
Wajah yudha dibuat sendu saat membujuk istrinya . Gina pun sepertinya memikirkan perkataan Yudha
” Baiklah aku akan makan. Tapi setelah itu kita harus langsung pulang. Dan lain kali saat kita ke luar rumah kamu harus mengenakan masker! ”
Kata Gina dengan nada suara ketus
Yudha semakin mengernyitkan dahi dan geleng - geleng kepala dibuatnya
Mereka melanjutkan makan dengan tatapan orang yang iri melihat kemesraan keduanya..
” Lihatlah pasangan itu, mereka begitu serasi. Dan sang pria sangat memperhatikan wanitanya. Aku sungguh iri melihat mereka berdua ”
Kata seorang pengunjung
” Benar mereka begitu mesra sekali. Yang pria begitu tampan dan wanitanya begitu cantik. Sungguh pasangan yang cocok”
kata yang lainnya
” Sepertinya aku pernah melihat mereka?
Tapi dimana ya? Wajah mereka begitu tidak asing buatku? ”
” Entahlah, dari cara berpakaian mereka, sepertinya mereka bukan orang sembarangan! ”
” Kurasa juga begitu. Sudahlah kita selesaikan maian kita
Yudha dan Gina selesai dengan makan malam mereka. Meskipun Gina hanya makan sedikit karena nafsu makannya yang tiba - tiba hilang.
” Apa sudah selesai sayang? ”
Tanya Yudha lembut setelah dia membersihkan mulutnya dari sisa makanan. Gina hanya mengangguk perlahan
” Kita langsung pulang saja ya. Kamu pasti lelah! ”
Yudha berkata sambil menggandeng Gina meninggalkan restoran
”ach aku baru ingat! Kita belum memberitahukan keluarga kita perihal kehamilan mu. Mereka pasti akan sangat senang sekali mendengar kabar bahagia ini ”
Sambungnya lagi
” Kalau begitu kita berkunjung kerumah Utama akhir pekan ini, bagaimana? ”
Gina menoleh kepada Yudha dan bertanya
” Baiklah kita akan pulang. Untuk keluargamu,, kita telepon saja ya, aku. khawatir kalau kamu harus melakukan penerbangan kesana! ”
Yudha memasang wajah khawatir dan Gina mengangguk diiringi senyuman indah