Chapter 102 Peran Gina di kantor (1/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 18400K 2022-07-20

Setelah beberapa hari Gina mulai bekerja di perusahaan miliknya sendiri. Dengan produk pertama yang dia buat adalah produk perawatan wajah.

Gina sedang berada di dalam kantor bersama Nadia dan Risti

” Nadia, aku tidak mau menjabat sebagai petinggi perusahaan. Aku ingin kamu yang memegang kendali dan aku hanya akan mengawasi sebagai bagian dari HRD. Aku tidak mau berurusan dengan para penjilat. Jadi ku serahkan jabatan direktur padamu! ”

Gina berkata dengan tenang

” Baiklah kamu tenang saja. Aku akan mengurus semuanya dan akan melaporkan setiap detilnya kepadamu! ”

Nadia tersenyum dan Gina hanya menganggukkan kepala

” Bagaimana dengan produk pertama kita? ”

Gina bertanya sambil melihat dokumen ditangannya

” Semua berjalan lancar, kita sudah melakukan berbagai uji coba dan akan segera di pasarkan ”

Risti menjawab dengan sopan.

”Kita juga akan mulai mempromosikannya melalui media iklan. Untuk pemasarannya akan dilakukan pada awal bulan ”

” Kita sedang menyiapkan kontrak untuk aktris yang sedang naik daun saat ini agar menjadi brand ambasador produk kita ”

Gina menganggukkan kepala mendengar penjelasan Risti

” Baiklah, persiapkan semua sesuai rencana. Periksa kembali kelayakan produk kita. Jika sudah layak untuk dikonsumsi maka buat persiapan untuk lounching produk. Pastikan semua aman! ”

Gina memberikan instruksi kepada Nadia dan Risti

” O iya, jangan biarkan identitas ku sebagai pemilik perusahaan terbongkar. Kalian berdua yang akan mengurus semuanya ”

” Baik! ”

Nadia dan Risti menjawab dengan serempak, kemudian meninggalkan ruangan Gina

Seperti yang direncanakan di awal, Nadia yang menjabat sebagai Direktur namun kendali perusahaan tetap dimiliki oleh Gina

Gina bekerja seperti karyawan biasa. Diruang kecil dan dengan pekerjaan seorang bagian HRD.

Yudha selalau mengantar dan menjemput Gina dari kantor. Dia tidak dibiarkan membawa mobil sendiri.

Jam pulang kerja pun tiba. Gina tidak langsung ke luar dari ruangannya, karena dia menunggu Yudha terlebih dahulu. Jika Yudha sudah tiba di kantornya baru lah dia akan keluar.

Drrrt drrrttt