Chapter 97 Akhir dan awal semuanya (1/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 19770K 2022-07-20

Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang sedari tadi berdiri di balik pintu dan telah memperhatikan mereka dalam waktu yang cukup lama, mereka melihat semua yang terjadi.

” Sayang, bagaimana menurut mu?

Bukankah ini cukup tragis?

Dia kehilangan kaki, perusahaan dan sekarang dia mengalami gangguan mental! ”

Gina menggelengkan kepala sambil menutup mata karena iba, kemudian mendongak menatap Yudha, meminta jawaban.

Senyum menyeringai terlihat di wajah tampan Yudha

” Sayang,, bukankah ini cukup pantas untuk mereka? Mereka pernah berusaha membuat mu gila dan memasukan mu ke rumah sakit jiwa secara paksa. Tuhan cukup adil karena membuatnya benar - benar gila dan harus masuk rumah sakit jiwa ”

Bicaranya begitu lembut dan senyumnya yang ditunjukkan hanya untuk istrinya itu begitu menawan.

Kemudian dia kembali melihat kedalam ruangan dan tersenyum sinis

” Itu balasan yang setimpal untuknya, setelah apa yang sudah dia lakukan terhadapmu ”

” Sudahlah, kita kembali ke kamar mu, sudah terlalu lama kamu berkeliling di luar. Kamu masih harus banyak istirahat sayang! ”

Yudha kembali membawa Gina ke kamar rawatnya dengan senyum yang selalu terpancar di wajahnya.

” Sayang bagaimana dengan bibi Riska? katanya dia masih kritis ya? ”

” Ku dengar seperti itu. Dia masih belum melewati masa kritisnya,,kurasa,, dia tidak akan tertolong, karena lukanya cukup parah! ”

Yudha mendorong Gina dengan hati - hati. Pemandangan itu terlihat begitu romantis. Riko yang memperhatikan mereka dari kejauhan pun merasa iri..

Dikamar rawat Gina kakek Dirga dan Wijaya telah menunggu

” Hai kakek,, apa kalian telah lama menunggu kami? ”

Yudha menyapa kedua kakek begitu dia masuk kamar dan melihat mereka

” Kami sudah lumayan lama disini, kalian dari mana saja. Bagaimana keadaan Gina? ”

Kakek Dirga bertanya dengan lembut

” Kami baru melihat pemandangan yang cukup memuaskan ”

Yudha terlihat tersenyum licik

Gina sudah lebih baik, besok dia sudah bisa pulang ”

Dia membantu Gina naik ke ranjang pasien dan menyelimutinya

” Ada apa dengan senyuman mu itu? Kakek yakin ada sesuatu! ”

Kakek Wijaya menebak - nebak melihat senyum cucunya

” Kami tadi melihat Siska diruangannya. Kalian tahu apa yang terjadi? ”

Kakek Dirga dan Wijaya saling menatap kemudian menggelengkan kepala secara bersamaan