Chapter 97 Akhir dan awal semuanya (1/2)
Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang sedari tadi berdiri di balik pintu dan telah memperhatikan mereka dalam waktu yang cukup lama, mereka melihat semua yang terjadi.
” Sayang, bagaimana menurut mu?
Bukankah ini cukup tragis?
Dia kehilangan kaki, perusahaan dan sekarang dia mengalami gangguan mental! ”
Gina menggelengkan kepala sambil menutup mata karena iba, kemudian mendongak menatap Yudha, meminta jawaban.
Senyum menyeringai terlihat di wajah tampan Yudha
” Sayang,, bukankah ini cukup pantas untuk mereka? Mereka pernah berusaha membuat mu gila dan memasukan mu ke rumah sakit jiwa secara paksa. Tuhan cukup adil karena membuatnya benar - benar gila dan harus masuk rumah sakit jiwa ”
Bicaranya begitu lembut dan senyumnya yang ditunjukkan hanya untuk istrinya itu begitu menawan.
Kemudian dia kembali melihat kedalam ruangan dan tersenyum sinis
” Itu balasan yang setimpal untuknya, setelah apa yang sudah dia lakukan terhadapmu ”
” Sudahlah, kita kembali ke kamar mu, sudah terlalu lama kamu berkeliling di luar. Kamu masih harus banyak istirahat sayang! ”
Yudha kembali membawa Gina ke kamar rawatnya dengan senyum yang selalu terpancar di wajahnya.
” Sayang bagaimana dengan bibi Riska? katanya dia masih kritis ya? ”
” Ku dengar seperti itu. Dia masih belum melewati masa kritisnya,,kurasa,, dia tidak akan tertolong, karena lukanya cukup parah! ”
Yudha mendorong Gina dengan hati - hati. Pemandangan itu terlihat begitu romantis. Riko yang memperhatikan mereka dari kejauhan pun merasa iri..
Dikamar rawat Gina kakek Dirga dan Wijaya telah menunggu
” Hai kakek,, apa kalian telah lama menunggu kami? ”
Yudha menyapa kedua kakek begitu dia masuk kamar dan melihat mereka
” Kami sudah lumayan lama disini, kalian dari mana saja. Bagaimana keadaan Gina? ”
Kakek Dirga bertanya dengan lembut
” Kami baru melihat pemandangan yang cukup memuaskan ”
Yudha terlihat tersenyum licik
”
Gina sudah lebih baik, besok dia sudah bisa pulang ”
Dia membantu Gina naik ke ranjang pasien dan menyelimutinya
” Ada apa dengan senyuman mu itu? Kakek yakin ada sesuatu! ”
Kakek Wijaya menebak - nebak melihat senyum cucunya
” Kami tadi melihat Siska diruangannya. Kalian tahu apa yang terjadi? ”
Kakek Dirga dan Wijaya saling menatap kemudian menggelengkan kepala secara bersamaan