Chapter 93 Sadarnya Gina 2 (2/2)
Kau kan baru saja siuman dan harus makan banyak agar cepat pulih ”
” Tapi untuk apa aku makan jika kamu tidak makan. Aku akan makan kalau kamu juga makan
” Sayang, kumohon jangan keras kepala!”
Yudha memohon dengan penuh kelembutan
” Bagaimana kamu memintaku makan sedangkan kamu sama sekali belum makan. Aku tidak ingin kamu sampai sakit juga! ”
Gina berkata dengan mata berkaca - kaca
” Baiklah, aku akan meminta Hendri membawakan makanan untukku kemari.
Apa kamu senang sekarang? ”
Kata Yudha dengan senyum menggodanya
” Tentu saja aku sangat senang. Aku menyayangimu, dan aku tidak ingin melihatmu sakit karena merawat ku! ”
Gina berkata dengan kepala tertunduk. Perlahan air matanya menetes
” Sudahlah tidak usah bersedih. Aku tidak apa - apa ”
Yudha berusaha menenangkan Gina kemudian mengambil ponsel dan menghubungi Hendri
” Hendri tolong bawakan makanan untukku! ”
Lalu dia meletakkan ponselnya lagi diatas meja. Tiba - tiba dia mendengar suara ribut diluar kamar rawat Gina.
” Suara ribut apa itu? ”
Gina penasaran
” Sayang tunggulah sebentar. Aku akan melihat keributan apa yang sedang terjadi di depan! ”
Gina mengangguk dan Yudha meletakkan manggok buburnya di atas meja samping ranjang Gina. Kemudoan melangkah keluar dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya, penuh ketenangan.
Dilihatnya Arin dan Budi juga kakek Atmaja yang berada di depan ruangan
” Ada apa ini ribut - ribut? ”
katanya dengan wajah datar dan nada yang dingin
” Kami datang untuk melihat keadaan Gina, tapi para penjaga ini menahan kami agar tidak masuk! ”
Arin berusaha tenang saat bicara dengan Yudha
” Maaf, tapi istri saya sedang istirahat dan tidak bisa diganggu ”
Yudha berkata dengan tenang dan datar
” Izinkan kami bertemu dengannya walaupun sebentar saja!
kami ingin melihat kondisinya saat ini! ”
Arin berusaha meyakinkan Yudha agar dapat bertemu Gina
” Baiklah, masuklah! ”
Yudha maauk ke dalam di ikuti mereka dibelakangnya
” Kakek, bagaimana kakek bisa berada disini? ”
Tanya Gina dengan antusias ketika melihat kakeknya satang
” Kakek datang untuk menjenguk mu bersama ayah dan nenekmu ! ”
Gina mengerutkan kening tak percaya, menatap sang nenek