Chapter 92 Kehancuran keluarga Atmaja (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 20000K 2022-07-20

tanya Riko yang sedikit terengah karena berlari

” Dokter masih memeriksa keadaan mereka ”

Jawab Budi dengan tenang.

” Ayah, tadi aku melihat berita. Katanya perusahaan sedang mengalami krisis? benarkah itu ayah? ”

Riko bertanya dengan linangan air mata

” Aku tidak tahu, kalaupun itu terjadi, aku sama sekali tidak peduli ”

Budi menjawab dengan tenang sambik bersandar pada tembok rumah sakit

Tidak lama dokter keluar dari ruang ICU. Dan Budi langsung berdiri menghampiri setelah melihatnya .

” Dokter, bagaimana kondisi istri dan anak saya?

katanya dengan wajah yang panik dan khawatir

” Sang ibu masih dalam kondisi kritis karena benturan yang sangat keras, akan tetapi sang anak... ”

Dokter ragu - ragu untuk mengatakan yang sebenarnya

” Ada apa dengan putri saya? ”

” Kenapa dengan istri saya dok? ”

Budi dan Riko penasaran dengan kondisi Siska

” Kami harus melakukan amputasi pada sebelah kaki putri anda. Karena terjepit sebelah kaki anak anda mengalami kerusakan yang serius. Jika dibiarkan itu akan sangat membahayakan ”

Kata dokter kepada Riko dan Budi. Dan itu berhasil membuat mereka terkejut dan membelalakkan mata

” Tapi dokter dia seorang model, apa tidak bisa jika tidak melakukan amputasi pada kakinya?

Dia akan sangat sedih dan tidak akan bisa menerima semuanya! ”

kata Riko dengan emosi

” Kami tidak memiliki opsi lain, silahkan tanda tangani ini! ”

Dokter menyodorkan sebuah dokumen kepada Budi dan ia langsung menandatangani itu

Arin sudah sadar dan dia langsung diperbolehkan pulang keesokan harinya. Dokter mengatakan kalau tekanan darah tingginya sempat naik dan dia harus bisa mengontrol emosinya agar tetap stabil.

Tapi begitu dia tiba di rumahnya bersama Budi dan Atmaja betapa terkejutnya dia melihat rumahnya

” Apa yang terjadi?

Kenapa rumah ini akan disita? ” kata Arin dengan tak percaya kepada Budi

” Perusahaan sedang mengalami krisis bu. Kami sudah mencari cara untuk menstabilkannya tapi tidak berhasil ”

Kata Budi dengan kepala tertunduk

” Apakah semua akan hancur begini saja, semua usaha yang aku lakukan selama ini apakah sia - sia saja? ”

Batin Arin bertanya - tanya