Chapter 70 Persiapan pernikahan (2/2)
” Ada apa kamu menanyakan hubungan kami?
apakah ada sesuatu? ”
Siska bertanya dengan nada angkuh
” Tidak ada, aku hanya penasaran, apalagi aku jarang melihat kalian bersama akhir - akhir ini ”
Yuli urung memberi tahu Siska kalau dia melihat Riko bersama wanita lain di mall.
” Owh, ku kira ada apa. Kami sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan kami. Sehingga kami jarang sekali memiliki waktu bersama akhir - akhir ini. Ditambah lagi perusahaan Riko sedang mengalami krisis ”
” Baiklah kalau begitu. Apa kamu memiliki waktu? Bagaimana kalau kita bertemu untuk sekadar minum kopi dan berbincang? ”
Yuli mengalihkan pembicaraan mereka
” Oke. Kita bertemu di cafe biasa ya ”
Siska menutup panggilan setelah mendapatkan kesepakatan dengan Yuli mengenai pertemuan mereka, dan kembali berjalan ke tempat ibu dan neneknya berada.
” Bu, nek, aku akan pergi sebentar untuk bertemu teman lama ku ya? ”
” Iya. berhati - hatilah ”
Riska mengiyakan sang anak dan kembali berbincang dengan Arin
” Bu bagaimana dengan Gina dan juga Gadis?
Akubtidak mau kalau mereka mengusik ketenangan keluarga kita lagi bu ”
Riska mengeluh dengan wajah sendu meminta dukungan dari mertua yang sekaligus tantenya itu.
” Biarkan dulu mereka. kita bisa urus mereka setelah resepsi pernikahan Siska dan Riko. Yang penting posisi kita di perusahaan sudah aman. Kita sudah memiliki saham mereka berdua. Dan saham Yudha di perusahaan juga tidak sebesar milik kita ”
Arin bicara dengan santai sembari menyeruput teh miliknya
” Lantas bagaimana dengan ayah dan Budi jika mereka tahu kalau kita juga telah mengambil saham milik si jang Gadis itu juga bu ? Apa yang harus kita katakan kepada mereka? ”
” Tidak perlu memikirkan mereka, mereka tidak punya hak untuk perusahaan ini. Aku yang membesarkan nama perusahaan ini sejak dulu. Lagi pula Budi sama sekali tidak tertarik dengan bisnis. Dia hanya tertarik dengan dunia militer saja. Mengingat selama ini dia tidak pernah terlibat dengan urusan perusahaan sama sekali. Dan ayah mertua mu itu audah tidak bisa melakukan apa - apa lagi ”.
” Baiklah bu, aku akan mendengarkan apa yang ibu katakan ”
Riska menyeruput teh sambil tersenyum mengerti