Chapter 46 Kita akan mulai bermain dengan mereka (2/2)
Yudha yang mendengar suara Gina mengalihkan pandangannya dari dokumen dan menatap wajah Gina. Dia melingkarkan tangan disekitar pinggangnya dan menariknya duduk dipangkuannya.
” Maaf sayang, aku sedang membaca proposal pembangunan hotel di kota A ”
Yudha pun menutup dokumen yang dibacanya
” Apa kamu sudah makan siang?
Gina menggelengkan kepalanya perlahan
”Aku ingin makan siang bersama denganmu”
Gina berkata dengan suara manja dan memainkan tangannya di dada Yudha membuat sebuah lingkaran.
Yudha pun tersenyum melihat kelakuan Gian yang seperti kucing kecil yang begitu menggemaskan
” Baiklah, ayo kita pergi! ”
Gina bangun dari pangkuan Yudha dan berjalan bergandengan.
Mereka sudah tidak segan lagi berjalan bergandengan dan menjadi pusat perhatian.
Yudha selalu menjaga langkahnya agar dapat diikuti sang istri yang selalu mengaitkan tangannya disiku Yudha.
Mereka tiba direstoran dan menikmati makanan mereka. Sesekali mereka akan saling menyuapi satu sama lain.
” Sayang,,,”
”Hmmm..”
” Apa kamu tahu kalau nenek Arin dan tante Riska kemarin bertemu dengan ibu?
Dan mereka juga mengambil saham milik ibu ” Wajah Gina terlihat muram mengatakan itu
” Apa yang ingin kamu lakukan kepada mereka? Apa kamu masih akan berbaik hati kepada mereka? ”
” Tentu saja tidak, sudah cukup aku berbaik hati dan mengalah kepada mereka selama ini ”
Gina terdengar serius dan kesal
” Aku ingin mengakhiri keluarga Atmaja .
Aku tidak ingin lagi ada keluarga Atmaja”
Gina berkata dengan penuh keyakinan dan kilatan kemarahan
” Baiklah, sesuai keinginanmu sayang.
Kita akan mulai bermain - main dengan mereka ”
Yudha berkata dengan tenang dan tatapannya terhadap Gina begitu lembut
Gina tersenyum mendengar perkataan Yudha. Meskipun Gina sudah yakin jika dengan berkata begitu keluarga Atmaja akan benar - benar hancur dan hilang dari golongan bangsawan.
Tapi perhatian dan kepedulian yang diberikan Yudha membuatnya merasa hangat dan begitu tersentuh