Chapter 45 Merasakan kebahagiaan sebelum jatuh kelubang tanpa dasar (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 18750K 2022-07-20

Aku rasa,,,, aku tanda tangan atau tidak, perusahaan itu tetap tidak akan pernah kalian dapatkan”

” Meskipun aku atau Gina tidak memiliki saham perusahaan itu lagi, pada akhirnya perusahaan itu akan bangkrut ditangan kalian sendiri”

Gadis pada akhirnya menanda tangani dokumen itu, karena dia ingin mereka merasakan kebahagiaan sebelum akhirnya jatuh kelubang tanpa dasar.

Arin tersenyum penuh kemenangan melihat Gadis menandatangani dokumen itu

” Bagus, Karena kamu sudah menandatangani dokumennya, maka ini cek yang sudah kami janjikan!”

Arin memberikan selembar cek senilai 5 milyar

Disaat yang sama kebetulan sekali Gina datang ke restoran. Pandangannya tertuju pada ibunya yang duduk bersama Arin dan Riska. Dia tersenyum sinis sebelum menghampiri mereka

” Jadi mereka juga ingin mengambil saham milik ibu ya? ”

” Ibu,, apa yang kamu lakukan disini?

dan kenapa ibu bisa bersama dengan nenek dan tante Riska? ”

Gina pura - pura terkejut dan tidak tahu apa - apa

” Tidak ada apa - apa sayang. Hanya saja ibu sudah lama tidak pulang ke kota ini dan tidak bertemu dengan nenekmu”

Gadis berkata dengan lembut disertai senyum kepada Gina

”Benarkah itu?”

Ginapun ikut duduk bersama mereka

”Karena Gina ada disini untuk menemanimu, jadi sebaiknya kami pergi dulu ”

Arin dan Riska bangun dari kursinya dan hendak pergi.

” Baiklah”

Gadis dan Gina membalas perkataannya dengan anggukan kepala dan senyum sinis

”Ibu,, apa mereka juga meminta saham milik ibu?”

Gina langsung menanyakan maksud pertemuan mereka

Gadis tersenyum mendengar perkataan Gina

” Iya, biarkan saja mereka memiliki saham itu. Ibu ingin mereka merasakan kebahagiaan sebelum mereka jatuh”

” Ibu ingin perusahaan itu bangkrut. Sudah cukup ibu menahan diri melihatmu tersiksa hidup bersama mereka selama ini”

” Tapi bu, bagaimana dengan kakek Surya?

Dia jadi pertimbangan ku dikeluarga Atmaja”

Gina terlihat ragu dan wajahnya muram mengingat kakeknya yang begitu menyayanginya.

” Ayah mertua tidak terlibat, jadi kita akan mengajaknya tinggal bersama kita”

Gadis berkata dengan tenang sambil mengesap teh. Disambut dengan senyuman indah Gina