Chapter 2 Bab 2. kekecewaan (2/2)
”lepas mas,,,! sakit...! Alira berkata dengan mata yg sudah bekaca kaca...
dan Fahri pun langsung melepaskan tangannya karna mereka sudah berada di lorong yg sepi,, Fahri menatap Alira dengan tatapan yg tidak bisa di artikan dan kemudian berkata...
”kamu pulang jam brapa? tanya Fahri tapi tidak di respon sama Alira...
”Alira,, aku tanyaaa,,,! teriak Fahri dan membuat Alira takut..
”jam 12,,, jawap alira dengan suara bergetar karna suda menangis...
”tunggu aku di mobil nanti,,,! ini kunci mobilnya,, buka pintu dan masuk tunggu aku di dalam mobil.. kata Fahri dengan tatapannya yg tajam...
dan alira sudah berlinang air mata hanya menerima kunci mibil dari tangan Fahri tanpa menjawab apa apa,,, karna dia tidak mau berlama lama di tempat itu dan di lihat orang...
setelah itu fahri pergi dan tak lama di susul alira,,, Alira mencuci mukanya terlebih dulu di dalam toilet biar ngga kelihatan sembab oleh teman temannya,, dan setelah itu dia langsung melangkah menghampiri teman temannya...
”kamu ke toilet ko lama bangat si lir,,, tanya ara,,,..
”iya soalnya perutku tiba2 sakit,,, kata alira berbohong...
”haaaa itu kan gus,, karna kamu kasih makan anak orang ngga ikhlas,, jadinya begitu...kata baim...
”apa sih lo baim,, aku tu jangankan kasih makan bakso,, minta di lamar alira juga guae ikhlas,, jawab Agus..
”najis lo.. sambut sifa... hahahaha... dan
mereka serempak tertawakan agus yg sok ganteng itu...
setelah jam pulang,, alira lari buru2 meninggalkan ruangan dan masuk ke dalam mobil fahri,, biar ngga di lihat teman2nya dan yg lain,, dan ngga lama fahripun nyusul,,,
”fahri... panggil Tania cewek yg kejar kejar fahri dari SMA,, kebetulan mereka satu ruangan,,,...
”ada apa Tan? tanya Fahri..
”aku nebeng ya,, kata Tania sambil meluk lengan fahri,,, dan Alira ngga sengaja lihat mereka dari dalam mobil...
”ooo maaf ya Tan,, ngga bisa,, aku ada urusan penting,, kata Fahri sambil melepaskan tangan Tania dari lengannya...
akhirnya Tania mencoba memasang senyum manis di depan fahri dan mengangguk,, tapi di dalam hatinya sangat sakit karna di tolak oleh orang yg dia cinta sejak lama itu..
setelah itu Fahri langsung nelangkah masuk ke dalam mibilnya,, sedangjan Alira yg berada di sampingnya memilih menatap ke jendela,, karna dia ngga sudi melihat es balok yg ada di sampingnya itu,, Fahri melajukan mobilnya menuju kantornya,, dan setelah sampai depan kantor,, Fahri langsung turun dan memutar membukakan pintu untuk Alira sambil berkata...
”turun,,,,! perintah fahri,,,...
”ko kita ke kantor si mas,,, bukannya pulang? protes Alira...
tanpa menjawab perkataan Alira, fahri langsung menarik tangan alira dengan kasar
dan membawanya menuju lift,, dan setelah sampai di lantai paling atas,, tepat di lantai yg terdapat ruangan kerja fahri,, mereka keluar dari lif dengan tampang fahri yg seperti bom waktu yg mau meledak karna menahan emosi dan Alira dengan tampang cemberutnya karna sangat kesal...
Fahri menarik tangan alira dengan kasar sehinga membuat pegawai2 yg ada di situ jadi bingun dan takut...
”mas sakit,,, lepasin sakit maaaas,,,! rengek Alira yg sudah mulai menangis...
tapi fahri tidak perduli dia tetap menarik tangan alira dan masuk ruangan kerjanya dan menghempaskan alira sampai alira tersungkur di samping meja kerjanya...
”aaaoooo,,, kepala alira terbentur meja kerja fahri,, dan air matanya langsung tumpah dengan deras dari matanya...
hati Alira sangat sakit dan kecewa sama fahri yg kasar memperlakukannya,, karna orang tunya ngga perna kasari dia,, mereka sangat menyayangi dan memanjakannya sejak kecil karna dia anak perempuan mereka satu satunya...
Alira bangkit dengan menahan emosi dan air mata yg bercucuran dan berkata...
”apa salah aku mas,,? kenapa kamu tega sama aku,,, haaaa....? suara alira sampai terdengar ke luar dan membuat pegawai dan secretaris yg ada di luar kaget karna pintu ruang kerja Fahri sedikit terbuka..
tapi mereka yg ada di luar hanya diam,, karna mereka tau itu istri fahri bos mereka itu....
Fahri yg tambah kesal dengan teriakan Alira melangkah mendekat dan menarik alira kemudian membawanya ke ruangan tempat Fahri beristirahat atau bisa di bilang kamar Fahri di kantor yg terdapat di dalam ruang kerjanya yg luas itu...
ya itu tempar istirahat Fahri,, di dalam kamar itu ada kamar mandi,, lemari pakaian yg di penuhi pakain Fahri,, ada kulkas,, tempat tidur,, tv dan perlengkapan yg lainnya...
Fahri dengan amarahnya melempar alira ke atas tempat tidur dengan kerasnya sampai membuat Alira terlentang di atas tempat tidur dan nembuat cd nya terlihat,, dan itu membuat fahri tambah emosi dengan rok yg alira pakai karna rok itu terlalu ketat dan pendek...
dengan emosi yg makin membara,,, Fahri langsung mendekati alira dan langsung menarik rok yg Alira pakai sampai robek..
”maaaasss... hiks...hiks...hiks... teriakan Alira sambil menangis..
”hiks...hiks...hiks.. alira cuma bisa menangis dan mencoba menutupi pahanya dengan selimut yg ada di situ...
”kenapa di tutup haaa....? kamu malu sama aku,, haaaaa,,,? teriak Fahri...
”kamu tu semustinya malu mengenakan pakaiyan kaya gini di depan umum,, kenapa di depan aku sendiri baru kamu malu,, haaa...? dengan kesal fahri berteriak...
”aku tu suami kamu yg berhak atas semua yg kamu miliki,, kamu harus tau ituuu! Fahri tambah berteriak...
”trus satu lagi,,, jangan coba2 kamu meminta uang di orang tua kamu dan menerima traktiran bocah2 ingusan itu di depan aku,, berani kamu melakukannya lagi,, kamu akan tau akibatnya,,! ancam Fahri...
”tapi jangan kamu berfikir aku kaya gini karna aku cemburu,, aku ngga ada rasa apapun sama kamu,, karna pernikahan kita hanya atas dasar perjodohan orang tua... tambah Fahri....
”trus aku harus gimana,, ? tantang alira...
”apa aku harus nahan lapar karna ngga ada uang?
”atau aku harus jual diri biar bisa hidup haaa,,,?
”plaaak...
”kamu mau jual diri,, coba aja kalau kamu berani...! kata Fahri setelah pipi Alira...
alira menahan pipinya dan menatap fahri dengan air mata bercucuran,, dan kemudian dia bangkit dan memegang kerah fahri dengan amarahnya,, dia menarik kerah Fahri sampai kancing baju kemeja fahri berserakah di atas lantai,,,
brengsek kamu,,,! alira mau mencakar wajah fahri,, tapi karna fahri menghindar,, akhirnya dia mencakar leher dan dada bidang bahri sampai terluka,, dan Fahri yg sudah merasa perih langsung meraih kedua tangan Alira dan menatap Alira dengan tatapan yg penuh amarah...
kemudian Fahri keluar dari ruang kerjanya,,, semua mata pegawai termasuk sinta secretarisnya dan refan asistenya sekaligus sepupunya itu menatapnya dengan heran...
karna nafasnya yg ngos ngosan seperti orang yg barusan lomba lari dan bajunya yg tanpa kancing satupun,, leher dan dadanya yg luka,,, membuat mereka semua menatap tanpa berani bertanya...