Chapter 197 Kejutan Pagi (1/2)
Pagi yang mengetarkan kamar utama. Suasana
yang hening tiba-tiba terguncang oleh teriakan Daniah dari kamar mandi.
“ Aaaaaaaa” Daniah berteriak saat
mematung di depan cermin, melihat pantulan dirinya. Bayangan tubuh polosnya
yang tervisualisasi dengan sempurna di dalam cermin. Secepat teriakannya,
secepat itu pula, jegrek, suara pintu terbuka terdengar dengar keras. Saga
muncul membawa wajah paniknya, sambil melihat sekeliling. Lalu mendekat segera
ke arah Daniah.
“ Kenapa?” Daniah langsung
menyambar handuk di gantungan. Terkejut melihat Saga yang muncul tiba-tiba. Padahal tadi laki-laki itu masih terlelap saat dia masuk ke kamar mandi. “
Kenapa berteriak? Apa sesuatu terjadi. Kau tidak apa-apa?” Yang ditanya mundur
ke belakang. Memperbaiki penampilan dirinya. Perlahan dia memakai piyama
mandinya. Melihat wajah panik Daniah, Saga mulai tergelak. Menyadari alasan
teriakan istrinya.
“ Kenapa?” Tertawa sambil menarik
ujung handuk yang di pakai Daniah. “Mau lihat semerah apa wajahmu sekarang?”
tangan nakalnya sudah menarik tali pengikat handuk mandi milik istrinya. Semakin
menikmati wajah panik Daniah.
“ Kau melakukan apa semalam sayang.”
Daniah menepis pelan tangan Saga.
“ Apa? aku tidur.” Dengan jawaban
polos tidak tahu malu.
“ Lalu ini apa?” Daniah menarik
handuk menunjukan lehernya. “Ini lagi, ini apa?” Tanpa sadar membuka handuknya,
menunjukan tanda bukti yang tadi di tutupi dengan susah payah. Dia bahkan tidak
merasa malu karena melakukannya dengan refleks. Tadinya ingin menangkap basah pencuri, tapi malah dia yang wajahnya merah padam.
“ Wahhh. Kau sedang menggodaku
sekarang.” Daniah tersadar dengan apa
yang ia lakukan. Langsung terbelalak matanya. Secepatnya dia merapikan piyama handuk. Mengikat
tali pinggang dengan kencang. “ Niah.” Sambil tersenyum penuh makna.
“ Tidak,” Mundur kebelakang. “Aku
tidak mengodamu sayang, aku hanya menunjukan tanda bukti kejahatanmu.”
“ Haha, apa kejahatan.” Saga
tertawa mendengar istilah yang dipakai Daniah. “ Sejak kapan mencintai istri
sendiri di sebut kejahatan.” Meraih dagu Daniah dan dengan cepat sudah merasai bibir merah
itu. Dalam, semakin dalam. Tubuh mereka sudah membentur cermin.
“ Hemmm.” Memberontak, takut Saga
tidak bisa menahan dirinya. Tapi tentu sia-sia. Kedua tangannya sudah ditarik ke atas, bahkan laki-laki ini hanya perlu satu tangan. Dan Tangan satunya sudah merajai ntah bagian tubuh yang mana.
Aku belum selesai datang bulan tuan
muda! Aku juga belum mandi! Jangan cium-cium!
Akhirnya mereka mandi bersama.
Daniah duduk di dalam bak mandi, sementara Saga membasuh tubuhnya perlahan. Guyuran
air hangat membasahi tubuh Daniah. Dibumbui dengan ciuman di sana sini.
“ Niah.” Pelan mengambil spon, mengosok setiap bagian tubuh Daniah dengan busa berlimpah.
“ Ia.”
“ Kau ingat saat pertama kali kita mandi bersama?”
Ingatan Daniah langsung berlarian
di awal-awal pernikahan mereka. Saat tidak tahu malunya Saga melepaskan pakaian