Chapter 117 Mengeledah Toko (1/2)

Di dalam kamar setelah kepergian

Saga yang penuh drama. Daniah menghela nafas panjang. Menarik selimutnya lagi. Dia

mengambil bantal melatakan di balik punggungnya untuk bersender. Dia penasaran

ada apa dengan peresmian danau hijau. Dia memang tidak menonton sampai selesai,

karena dia sudah tahu akhir apa yang akan dia lihat. Dan dia tidak punya

keberanian untuk melihat tontonan yang akan di lakukan Saga untuk helen. Diapun

tidak bertanya pada Jen atau Sofi, sepanjang makan malam kemarin dia memang hanya

membisu. Kedua adik iparnya tidak berani bertanya, apalagi ada pak Mun di dekat

mereka.

“ Apa ini? Jadi dia tidak melamar

Helen di peresmian kemarin?” Daniah gemetar menjatuhkan hp yang dia pegang. “

Dia tidak menyebut Helen sama sekali dalam pidatonya, tidak mengajaknya juga

naik podium. Dia malah bilang mau mengajakku melihat matahari terbit terbit

danau hijau.” Dalam siaran live di tv nasional. Daniah tidak bisa mempercayai

ini, walaupun namanya tidak di sebut tapi jelas dia mengatakan istriku,

begitukan.

Jadi itu artinya aku kan?

Jadi ini artinya apa? Apa dia

benar-benar suka padaku.

Hei?

Tidak mungkinkan

Tuan Saga menyukaiku,

Hei?

Ketukan pintu membuat Daniah

terkejut dengan pikirannya sendiri. Di satu sisi dia merasa senang. Namun di

lain pihak dia merasa takut jika ternyata dia mengambil kesimpulan yang salah. Menyalah

artikan perasaan Saga. Dia menarik selimutnya. Menjawab  suara wanita yang meminta izin untuk masuk.

“ Selamat pagi nona, saya membawa

sarapan anda.” Maya muncul membawa nampan berisi sarapan pagi Daniah. Gadis itu

panik melihat penampilannya saat ini. Dia menarik selimutnya sampai ke leher. Takut

Maya melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia tunjukan. Stempel kepemilikan

milik tuan Saga gila itu.

“ Maya, masuklah!” Daniah merasa

senang melihat siapa yang datang. “ Maya,  apa tuan saga sudah pergi?”

Maya mendekat ke tempat tidur. Meletakan

sarapan di pojok tempat tidur. Dia memandang Daniah yang sibuk menyembunyikan

dirinya di bawah selimut.

“ ia nona tuan muda sudah berangkat.”

“ Baguslah, bisa bisa tolong

ambilkan pakaianku di kamar. Aku tidak mungkin lari keluar kamar tanpa pakaian,

senang kamu datang.”

“ Saya ambilkan jubah mandi saja

apa nona mau? Anda sarapan dulu sebelum kembali ke kamar.”

“ Ah ia jubah mandi, kenapa aku

tidak kepikiran tadi.”

“ Baiklah, maaf merepotkanmu

maya.”

“ Tidak apa-apa nona, ini sudah

tanggung jawab saya.”

Maya masuk ke dalam kamar mandi

mengambil apa yang ia sebutkan, Daniah memintanya memalingkan wajah agar bisa

memakai jubah mandinya. Setelah selesai dia membawa nampan duduk ke sofa.

“ Terimakasih Maya, duduklah, kamu

sudah sarapan?” mengambil jus dalam gelas. “ Makanlah, kita bagi dua. Hehe.”

“ Terimakasih nona, saya sudah

sarapan tadi. Silahkan nikmati dengan nyaman.”

“ Kenapa Maya di sini?” mengunyah

cepat, dia sudah lapar dari tadi sebenarnya. “ Tapi aku suka Maya di sini.

hehe.” Hari-hari berat terkurung dalam rumah segera di mulai.

Masa percobaan hukuman, kalau kau

lolos dalam masa percobaan ini tanpa melanggar satupun kata-kataku, aku akan

membiarkan kau beraktifitas normal seperti biasanya. Kau sudah sangat membuatku

kecewa, aku harap kau bisa instropeksi diri selama aku melarangmu keluar rumah.

Paham!

Daniah mengunyah sambil tersenyum

kejut mengingat ultimatum Saga semalam. Tapi dia benar-benar bernafas lega

semua bisa dia lewati, dan dia ataupun keluarganya masih selamat.

Tapi, kenapa aku harus membayar

hutang sebanyak pil yang aku telan. Itukan mengelikan sekali. Aku bahkan tidak

mau mengingat-ingat.

Malu dan kesal bercampur aduk jadi

satu.

“ Anda tidak apa-apa nona?”

“ Eh Maya, maaf aku sedang tengelam

dalam pikiranku sendiri.” Tersadar ada seseorang di sampingnya. “ Oh ya kenapa

Maya bisa di sini. apa di pindah tugas?”

“ Benar nona, pak Mun bilang, tuan

muda meminta saya menemani anda selama anda ada di rumah. Karena anda kurang

sehat jadi beberapa hari ini tuan muda katanya melarang anda ke luar rumah.”

Haha, jadi itu situasi yang tersebar

di rumah ini. Terserahlah, jauh lebih baik dari pada aku ketahuan minum pil

kontrasepsi dan di kurung di dalam rumah kan.

“ Terimakasih ya Maya, kamu

penyelamatku.”

Perbincangan mereka semakin seru

saja. Maya memposisikan dirinya sebagai teman yang tanpa canggung menimpali

perkataan Daniah.

Semoga aku tidak melakukan

kesalahan apapun, aku tidak mau menghianati nona Daniah. Tapi aku juga takut

membuat tuan Saga kecewa.

Maya hanya berharap hubungan tuan

Saga dan Daniah akan selayaknya hubungan normal dua manusia yang saling

mencintai.

Gedung Antarna Group beraktivitas

dengan sibuk. Lalu lalang orang bergegas. Semua orang bekerja dengan tekun,

menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Membayar apa yang sudah mereka terima

dari Antarna Group setiap bulannya.

Pintu lif khusus presdir tertutup.

“ Di mana Leela?, apa yang di

kerjakannya sekarang.” Lift yang mereka masuki sudah naik menuju lantai tertinggi

Antarna Group.

“ Karena nona Daniah tidak akan

keluar  rumah beberapa hari saya berniat

mengirimnya keluar kota, ada beberapa masalah terkait manajer operasional