Chapter 70 Pangilan Sayang (1/2)
Malam yang sejuk.
Semilir angin menerbangkan ujung
rambut Daniah. Dia sudah mengikatnya rapi, tapi tetap saja rambut
bergelombangnya tidak bisa jatuh manis di belakang punggungnya. Menyenbul
kemana-mana. Kalau saja dia bisa mengikat rambutnya tinggi seperti saat di luar rumah.
“ Maaf nona membuat anda menunggu.” Senyum gadis itu bersinar tulus.
Maya berlari mendapati Daniah yang
sedang duduk di area istirahat rumah belakang. Ada beberapaa pelayan yang
sedang istirahat dan bermain dengan hp mereka. Tapi tentu saja mereka memilih
menghindari Daniah, daripada harus terlibat urusan yang panjang dengannya.
“ Ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan malam ini.”
“ Gak papa kok, cuma mau kasih ini.” Daniah menyodorkan tas di tangannya.
“ Apa ini? Maya terlihat binggung.
Dia membuka tas yang di serahkan Daniah. “ Nona, saya tidak pantas mendapatkan
hadiah dari nona.” Sesungguhnya dia senang, tapi dia harus tahu dirikan, siapa wanita di hadapannya ini. Walaupun kerap kali dia mengatakan kalau mereka teman. Tapi Maya tetap harus menjaga sikap dan jarak.
“ Ambilah, aku tidak sengaja
mengambilnya di toko karena memikirkanmu. Hehe. “
“ Tapi nona, saya .”
“ Aku masuk ke rumah ya, takut tuan Saga sudah selesai.”
Benar saja, baru saja mengatakan, belum beranjak masuk Pak
Mun sudah muncul dari rumah utama. Mendekati Daniah.
“ Nona, tuan muda sudah kembali ke kamar dan menunggu anda.” Pak Mun mempersilahkan Daniah masuk ke rumah utama.
“ Eh ia pak. Maya aku pergi ya.”
“ Ia nona, terimakasih atas hadiahnya. “
Pak Mun melirik Maya, dan melihat
tas yang ada di tangannya. Lalu melangkah mengikuti Daniah. Tanpa ekspresi apapun.
Saat masuk ke rumah utama Daniah
tidak melihat ketiga wanita penghuni rumah, dia berlari menaiki tangga, karena
sepertinya dia sudah membuat sang raja menunggu. Terengah ketika membuka pintu,
dia bahkan melihat Saga sudah berganti baju. Keluar dari ruang ganti.
Habislah aku.
“ Keluyuran ke mana kamu?” Hardiknya saat Daniah masuk, dia bisa mendengar suara nafas terengah Daniah.
“ Maaf suamiku, tadi saya ketemu Maya sebentar.”
“ Siapa maya?”
“ Teman saya.” menjawab singkat.
“ Teman?” Saga malah makin penasarankan.
“ Ah, dia pelayan di rumah belakang tadi.”
“ Ganti bajumu” Malas mendengarkan Daniah saat bicara tentang orang lain ” dan naik ketempat
tidur cepat, kalau membuatku menunggu lagi, habis kamu!” Daniah tidak berani menjawab,
langsung masuk ke ruang ganti. Masuk ke kamar mandi lalu menuju lemari mau mengambil pakaian tidur.
Lho, di mana baju tidurku yang
biasanya. Kenapa baju tidurku ganti modelnya semua. Sekertaris Han! Apa kamu
yang melakukan ini. Sial! Siapa lagi kalau bukan kamu. Memang kamu pikir aku
mau mengoda tuanmu di tempat tidur apa.
“ Daniah!
“ Ia suamiku.” Secepat kilat
menyambar baju, lalu keluar ruangan. Dengan tertunduk sambil membisikan mantra
agar tidak terlihat. Berjalan mematikan lampu, lalu naik keatas tempat tidur.
“Suamiku.”
“ Hemm.”
Idih, tidak, tidak, jawab begitu saja lalu tidurlah dengan tenang.
“ Apa anda menganti semua pakaian tidur saya.”
“ Kenapa aku kurang kerjaan menganti baju di lemarimu.” menjawab dengan suara ketus seperti biasanya.
“ Maksud saya bukan begitu, apa
anda meminta sekertaris Han untuk menganti baju tidur saya. Kenapa sekarang
baju tidur saya seperti ini semua.”
Saga menendang selimutnya sampai
terongok di lantai lagi. Daniah paham maksuknya, dan dia sudah mengumpat di dalam hati.