Chapter 62 Jangan Menahan diri (1/2)

Prankk! Gelas kaca itu pecah

terburai menjadi serpihan kecil, berhambur ke mana-mana. Masuk di kolong meja,

bercecer di dekat tembok tempatnya terhantam tadi. Laki-laki yang diutus Han mengawasi

pergerakan Daniah berdiri tepat di mana gelas kaca itu melayang. Tangannya

bergetar, tapi dia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Mengirimnya adalah hal

yang tepat, Han sudah memperkirakan semua ini. Karena pasti tidak semudah itu Helena

akan menyerah.

Setelah rekamam percapakan itu

selesai, darah di tubuh Saga seperti mendidih. Lava kemaraahan meluap di sekujur

tubuhnya. Dia membuang semua benda yang ada di mejanya. Berjatuhan begitu saja.

Sementara Han masih berdiri di sampingnya.

Aku benar-benar sudah terlalu baik

padanya. Apa cuma aku yang merasa, hubungan kami akhir-akhir ini sudah berjalan

lebih manusiawi. Tapi kenapa hanya aku yang merasa seperti itu. Lihat dia,

bagaimana dia bisa melepaskanku dengan begitu mudahnya. Bercerai, jangan mimpi.

Sampai matipun kau tidak akan bisa bergerak selangkahpun dari sisiku.

“ Han.”

“ Ia tuan muda, apa anda mau saya mengurus nona Helena.” Tahu apa yang harus dia lakukan, itulah sekertaris Han.

“ Terserah.”

Aku menyuruhmu memohon dan mengakui

kesalahanmu dengan benar, tapi kamu malah mengambil langkah sulit ini.

“ Apa yang dilakukan Daniah setelah itu?” kembali kemasalah Daniah.

“ Nona muda kembali ke ruko, setelah

itu tidak keluar lagi sampai saya datang kemari.”

“ Keluarlah, kau sudah bekerja

dengan baik. Han, berikan bonus padanya.”

“ Baik tuan muda.”

Han menyusul pengawal yang sudah

mengawasi Daniah seharian ini keluar dari ruangan.

Jadi ini yang kamu rasakan ya.

Tersiksa di dekatku. Padahal aku sudah sangat baik padamu. Apa otakmu seujung

kuku sampai tidak bisa merasakan bahwa aku memperlakukanmu berbeda. Jadi semua

sikap baikmu itu cuma akting, palsu, menyenangkanku hanya untuk menyelamatkan

keluargamu.

Sepertinya Saga sedang mengalami

suatu pristiwa dan fakta yang mengejutkan. Selama ini dia merasa Daniah yang

bersikap malu-malu dan membencinya namun juga menyimpan sedikit debaran hati

padanya. Senyum dan sorot mata yang tidak singkron berhasil membuatnya terhibur

sekaligus membuatnya tidak menyadari. Bagaimana sebenarnya hati Daniah.

“ Tuan muda.”

Han muncul dengan dua orang

di belakangnya, yang membawa peralataan untuk membersihkan pecahan kaca. kedua orang itu langsung sigap mengurus pekerjaannya. Lalu Han mendekati Saga. Dia

melihat Saga yang tertidur di sofa.

“ Seharusnya anda memakai bantal,

kepala anda akan sakit kalau begini.” Han mengangkat kepala Saga seperti ibu

yang memindahkan kepala anaknya.

“ Kenapa tuan muda harus menahan diri seperti

ini.”

Saga bergumam menyentuh kepalanya.

“ Apa maksudmu?” Saga masih memejamkan mata.

“ Bukankah nona Daniah itu istri sah anda.”

Lalu? dia memang istriku.

“ Anda tidak perlu menahan diri

seperti ini, terlepas pernikahan ini terlaksana karena ada suatu alasan, yang

pentingkan hati anda sekarang. Bukankah Tuan muda sudah menandatangani kontrak yang hanya bisa dibatalkan oleh anda sendiri, nona Daniah sudah terikat hidup dan

mati dengan anda.” Han sudah duduk di sofa di samping Saga.

Saga terdiam, mengurai penjelasan Han.

Saga teringat kata-katanya saat awal pernikahannya

“ Jangan mimpi untuk mendapatkan

cinta atau belas kasihku, kamu tahukan kenapa kamu kunikahi. Aku hanya perlu

seorang pelayan, jadi lakukan semua kewajibanmu, itu sudah cukup membayar semua hutang keluargamu.”

“ Baik tuan.” Gadis itu masih

tersenyum, seperti tidak menghadapi sesuatu yang berbahaya. ” Saya akan melakukan apapun, untuk membalas kebaikan anda pada keluarga saya.”

Dia sudah terikat padaku, dengan tali bernama ” keluarga”

Ketukan di pintu membuat Han bangun dari duduk, saat dibukanya salah satu staffnya sedang berdiri dengan hormat.

” Tuan, dokter Harun sudah menunggu.”

” Persilahkan dia masuk.”

” Baik tuan.”

Setelah melakukan general cekup