Chapter 372 - Istri Menjijikkan (1/2)
Begitu keluar dari ruangan Calvin, Alisya dengan segera menuju ke toilet berjalan dengan penuh kesadaran.
”Kapten, bisakah kita hentikan ini semua? Aku tak bisa melihat kapten diperlakukan seperti itu lagi.” Seru Rafli dengan menggertakkan giginya.
”Kapten, satu perintah darimu bisa membuatku langsung membunuh mereka semua tanpa sisa!” geram Elvian yang masih berada di dalam Bar yang terus menatap ruangan dari kejauhan.
”Bersabarlah, bukan hanya kalian yang merasa seperti aku bahkan hampir saja mematahkan tangannya namun karena mengingat kita sudah mengejarnya selama hampir 1 tahun ini, akan sulit lagi untuk kita bisa mendapatkan kesempatan ini lagi.” Ucap Alisya sembari terus berjalan menuju ke toilet.
”Akh…!!!” Alisya tiba-tiba didorong ke arah dinding dengan sangat keras begitu ia memasuki toilet.
”Kapten, Kapten! Apa yang terjadi?” ucap Elvian dengan penuh khawatir mendengar pekikkan Adith namun ia tidak bisa menjawabnya.
Dengan begitu kasar, tubuhnya di tindih dan bibirnya dilumat dengan kasar. Andai saja Alisya tidak mengenali ritme jantung ini, maka sudah pasti dia akan menghantamnya atau mematahkan lehernya dengan mudah. Namun karena itu adalah Adith, Alisya hanya bisa berusaha untuk lepas namun Adith tetap menekannya dengan keras.
Ciuman Adith begitu kasar hingga Alisya kebingungan dengan sikap Adith. Alisya terkejut melihat Adith bisa berada disana, tidak tercium bau alcohol dari mulut ataupun tubuhnya namun ciuman itu penuh akan amarah.
”Energi nano? Sejak kapan dia begitu sekuat ini? Apa dia tidak menyadarinya?” batin Alisya mendorong badan Adith, namun semakin ia berusaha untuk lepas, Adith semakin menekannya kuat.
”Kapten jika kau tak menjawab kami akan menerobos masuk!” ucap Rafli mulai bersiap-siap untuk segera menerobos jika dalam 5 menit Alisya masih tak memberikan jawaban. Mereka tidak ingin mengambil resiko dengan mengorbankan kapten meski mereka sangat paham akan kemampuan Alisya.
Adith mulai meraba bagian paha Alisya lalu naik hingga akhirnya menuju ke bagian intim Alisya yang langsung membuat Alisya terkejut dan mendorongnya dengan keras.
Desahan yang terdengar dari alat komunikasi mereka seketika membuat mereka semua bingung dan takt ahu harus bagaimana. Mereka tidak tahu apakah harus menerobos masuk atau tidak ketika medengar itu, namun yang pasti tubuh mereka seketika panas mendengar hal tersebut.
”Plakkkkk” sebuah tamparan keras membekas di pipi Adith. Alisya menatap Adith dengan penuh amarah tak menyangka ia akan melakukan hal tersebut kepadanya dengan sangat kasar.
”Apa yang terjadi padamu sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini padaku?” Alisya melihat Adith setengah terengah-engah kehabisan nafas karena ciuman mereka.
”Bukankah aku suamimu, kenapa tubuhmu begitu bergetar takut hanya karena ciumanku?” Adith menatap Alisya dengan tatapan bengis yang semakin membuat Alisya bingung.
”Hah?! Suami?” Elvian dan Rafli berteriak secara bersamaan tak menyangka dengan apa yang baru saja mereka dengar.
”Sial” Alisya sadar kalau belum mematikan alat komunikasi mereka. ”Fokus! Aku akan menyambungkannya beberapa saat lagi.” Ucap Alisya langsung mematikan sementara alat komunikasi mereka.
Berdasarkan alat komunikasi mereka sebelumnya, Elvian dan Rafli bisa melihat jelas wajah dari orang yang sudah mengaku sebagai suami kapten mereka. Mereka yang tak pernah tahu bahwa kapten mereka sudah menikah semakin bertanya-tanya. Syukurlah alat komunikasi itu hanya di sambungkan internal oleh mereka bertiga saja.