Chapter 309 - Gwiyoumi (1/2)

Alisya yang kembali duduk bersama mereka setelah membersihkan tubuh terlihat lebih banyak diam dibanding sebelumnya. Adith bahkan sampai merasa khawatir akan apa yang sedang di pikirkan Alisya saat itu.

Obrolan kedua orang tua Adith dengan Ayahnya sangat lancar dan bahkan sama sekali tak ada kendala apapun. Mereka justru lebih antusias dan semangat dibanding dengan Adith dan Alisya.

”Semoga niatan baik kita ini selalu di lancarkan yah pak Lesham.” ucap Ayah Adith yang sudah berada di depan pintu gerbang rumah Alisya.

”Aamiin pak, semoga kedepannya semua kendala apapun bisa kita selesaikan bersama.” jawab Ayah Alisya sembari memeluk Alisya dengan erat karena sangat bahagia.

”Benar pak. Kalau begitu kami pamit dulu yah pak Takahashi, Assalamualaikum.” Ayah Adith segera berpamitan pulang kepada keluarga Alisya.

”Wa alaikum salam, hati-hati di jalan pak.” ucap mereka serempak mengantarkan kepulangan mereka.

”Aku pulang dulu yah. Sebentar aku akan menghubungi mu, jangan tidur dulu.” seru Adith kepada Alisya dan melambai lembut.

Alisya tak menjawab dan hanya mengangguk pelan serta melambai melihat Adith masuk kedalam mobil ayahnya.

Ayah dan Kakek Alisya segera masuk ke dalam rumah sedang Alisya masih tertegun di depan gerbang menatap kosong ke arah mobil ayah Adith yang sudah menjauh dari rumahnya.

”Apa benar menikah muda seperti ini? apa aku siap menjalani semuanya kedepannya? Melepas masa lajang di waktu aku masih semuda ini. Aku jadi tiba-tiba khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya.” Fikiran Alisya semakin kalut terus membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Ia tak menyangka kalau ia akan menikah di usia yang masih sangat muda.

”Kenapa? Kau menyesali keputusanmu? Jangan bilang kalau kau akan melarikan diri dari Adith lagi setelah ini. Kau akan membuatnya mati berdiri jika kau melakukan itu. Sampai kapan kau akan terus melarikan diri dari Adith.” nenek Alisya yang tiba-tiba berbicara panjang lebar di sampingnya mengejutkan Alisya.

Tubuh Alisya bergetar dari atas sampai kebawah karena Alisya mengira kalau sudah tak ada siapapun disana dan hanya dirinya yang sedang melamun sendirian.

”Aku yang bisa mati berdiri kalau nenek sering mengagetkan ku seperti ini.” seru Alisya menekan dadanya dengan lembut.

”Nenek juga pernah di posisi kamu sayang. Mungkin pikiran kita kurang lebih sama saat kakek mu datang melamar nenek. Dia yang orang luar tiba-tiba berkata ingin menjadikan nenek istrinya dan demi nenek juga ia jadi masuk Islam. Nenek yang merasa masih muda saat itu meski sudah berumur 23 tahun seolah tak rela melepas masa lajangnya.” terang neneknya membagikan pengalamannya lalu.

”Ciyeee... nenek jadi bernostalgia nih ceritanya?” Alisya menggoda neneknya yang langsung terlihat malu-malu dan pipinya merona karena ucapan Alisya.

”Saran nenek adalah jika kalian sudah memiliki niat, maka jalanilah dengan bersungguh-sungguh. Kuatkan hatimu sebab kedepannya rintangan kalian akan sangat banyak dan juga berat.” ucap nenek Alisya memberikan nasehat kepada cucu kesayangannya tersebut.

Alisya terdiam mendengarkan apa yang sedang diceritakan oleh neneknya.

”Jika kalian ada masalah selesaikan bersama dan bicarakan baik-baik, jangan simpan sendiri.” seru nenek Alisya sembari berjalan masuk dan menggenggam tangan cucunya dan menariknya untuk tidak terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh.

Setelah ber beres-beres rumah, Alisya kembali naik ke kamarnya dan merebahkan diri di atas tempat tidurnya yang empuk. Sampai sebuah panggilan masuk ke alat peredamnya membuatnya terbangun cepat dan tersenyum sendiri sebelum mengangkatnya.

”Halo...” angkat Alisya cepat.

”Kamu belum tidur kan?” tanya Adith sembari bersandar di balkon kamarnya.

”Iya belum.” jawabnya singkat.

”Maaf aku baru telpon, tadi mama lagi singgah dulu di beberapa tempat. Kamu lagi ngapain sekarang?” seru Adith dengan suara yang lembut.

”Iya nggak apa-apa, tadi cuman rebahan sambil nunggu telpon kamu masuk.” jawabnya lagi dengan nada yang lembut.

”Alisya...” panggil Adith dengan suaranya yang terdengar berat.

”Ya?” jawab Alisya singkat.