Chapter 181 - Karantina (1/2)

”Jadi, informasi apa yang ingin kau perlihatkan dengan memanggilku kemari?” tanya Alisya begitu mereka sudah sampai ditempat yang ditunjukkan oleh Adith.

”Kerja bagus Ethan!” ucap Zein sambil tertawa mengingat tingkah Beni yang konyol.

”Mission Impossible!!!” ucap Riyan yang langsung mendapat pukulan menyamping tangan Karin ditenggorokannya. Riyan terbatuk-batuk keras karena pukulan lemah itu.

”Dimana Ryu? Aku pikir dia akan ikut bersama kalian!” tanya Adith yang tak melihat Ryu bersama mereka.

”Aku menyuruhnya untuk tetap disana melindungi yang lain juga Akiko. Kau bisa melihatnya dari tower disebelah sana!” terang Alisya menunjuk sebelah kanan mereka.

Dari jauh Adith bisa melihat Ryu yang sedang siaga memantau teman-teman mereka dari kejauhan.

”Alisyah... kau hebat sekali, sepertinya Beni sudah menjadi anggota Elite dibawah kepemimpinanmu sekarang!!!” ucap Adora yang melihat Beni sudah berada disamping Riyan melakukan pengamatan.

Alisya baru sadar kalau ternyata sedari tadi mereka sudah terhubung dengan kacamata yang ia berikan kepada Adora dan yang lainnya termasuk pada Ryu. Teman-temannya berusaha menahan tawa mereka karena tak ingin mengganggu konsentrasi Alisya dan Karin. Ryu yang biasanya bersikap tenang pun tertawa mengingat hal tersebut.

”Dari awal pak Irhan masuk memperingati kami, aku curiga ada sesuatu yang sedang tidak beres terjadi di sekolah, dan benar saja! Beberapa siswa yang dinyatakan hilang ternyata ditemukan terbunuh dengan cara yang mengenaskan!” terang Adith dengan menunjukkan gambar dari hasil peretasannya pada komputer kepala sekolah.

Alisya langsung mematikan kameranya ketika melihat gambar yang ditujukan oleh Adith dengan kondisi yang sudah sangat tak manusiawi. Adith kembali melihat ke layar monitornya dimana kepala sekolah sudah mulai berbicara kepada para orang tua yang hadir.

”Adith, tidakkah kau rasa posisi kamera itu sedikit aneh?” tanya Karin yang mendekat kearah layar monitor yang berada di laptop Adith.

”Benar, kenapa dia bisa berada ditempat strategis itu tanpa diketahui oleh orang lain? terlebih jika itu adalah robot tikus!” Alisya mendekatkan diri untuk bisa melihat dengan jelas namun tetap saja sama.

”Aku juga tak tau, tapi berkat itu kita bisa mendapatkan gambar dengan sangat baik dan suara yang cukup jernih” Adith langsung melakukan Zoom untuk bisa melihat lebih jelas seluruh kegiatan yang sedang berlangsung tersebut.

Alisya kembali menyalakan kameranya agar bisa terhubung kembali dengan teman-temannya. Awalnya mereka ingin bertanya akan apa yang terjadi, namun mendengar dari kamera Karin mereka memahami apa yang sedang dilakukan oleh Alisya.