Chapter 130 - Gorila (2/2)
”Uhuk... uhukk,, uhukk!!!” Adith memegang dadanya yang sakit karena cukup keras terbentur ditanah.
”Adith,, bangun!!!” Teriak Alisya masih terus berusaha menahan dan menarik si Gorila.
Karan dan Ryu yang kembali membawa tali setelah memindahkan tubuh terluka para pawang langsung ikut membantu Alisya dan Adith. Namun saat mereka sedang melemparkan tali untuk melilit tubuh si Gorila, Alisya sudah kehilangan tenaganya karena si Gorila juga berusaha menarik Alisya. Dan dengan satu hentakan keras Gorila itu menarik Alisya dengan sangat kuat sehingga Alisya terlempar ke atas dengan cukup tinggi.
Melihat tubuh Alisya melayang Adith dengan segera bangkit dan menangkap Alisya namun mereka bertubrukan dengan sangat keras dan jatuh membentur tanah. Karin juga merespon dengan sangat cepat dengan menarik tali yang terlepas dari tangan Alisya dibantu oleh Karan dan Ryu.
”Adith, pergi dar... i,,,sana!!!” Teriak Karan sekuat tenaga menahan amukan si Gorila.
”Aku sudah tak bi.. sah.. lagi mena... hannyahh...” Teriak Karin terus berusaha menarik si Gorila yang sedang menuju ketubuh Adith dan Alisya yang terbaring menahan sakit.
Alisya dan Adith yang masih oleng karena tubrukkan yang cukup keras masih belum bisa mengendalikan diri dengan baik sehingga butuh waktu untuk mereka bisa bangkit dan menjauh.
”Arrgggg,,, aku tak bisa menahannya lagi” Teriak Ryu menggunakan bahasa jepang yang tersengal-sengal.
Tepat sebelum Gorila itu mencapai Adith dan Alisya suara tembakan menghentikan amukan si Gorila secara perlahan-lahan sehingga Karan, Karin dan Ryu jatuh terduduk dengan lemas.
”Terimakasih banyak, kalian sudah melakukannya dengan sangat baik!!!” Kepala pihak pengelola langsung menghampiri mereka menunduk berkali-kali mengucapkan rasa syukur.
Mereka yang kelelahan sudah tak memiliki tenaga yang cukup untuk dapat merespon kepala pihak pengelola tersebut. Karan menghampiri Karin dan membantunya berdiri kemudian memeluknya dengan sangat erat. Karinpun membalas pelukan Karan mengingat betapa besar bahaya yang telah mereka hadapi saat itu.
Pihak pengelola akhirnya memindahkan si Gorila yang sudah tertidur dengan sangat tenang kedalam kandang kemudian membereskan beberapa kekacauan yang sudah ditimbulkan oleh amukan Gorila tadi dan membuka kembali kurungan yang sebelumnya mereka naikkan.
”Kau baik-baik saja???” Tanya Adith tak melepaskan pelukannya dari Alisya.
”Aku baik-baik saja! Bagaimana dengan dirimu?” Tanya Alisya meneteskan sedikit Air mata merasa lega.
”Aku juga tak apa-apa!!!” Peluk Adith sangat erat penuh rasa syukur. Banyangannya terus melintas bagaimana saat Alisya diterjang oleh Gorila, Bagaimana Alisya berusaha menyelamatnya dan Bagaimana saat Alisya terlempar dengan sangat kuat.
”Kalian bisa berdiri??” Tanya Ryu untuk membantu mereka keluar dari tempat itu.
Adith melonggarkan pelukannya meraih uluran tangan Ryu dan membantu Alisya bangkit. Karin dan Karan pun ikut membopong Alisya disebelah Adith dan berjalan keluar. Teman-temannya dengan cepat menghambur mendekati mereka dan membawakan beberapa botol air minum untuk menenangkan mereka dan melepas dahaga akibat pertarungan yang sangat hebat itu.