Chapter 125 - Siapa Kau (2/2)

Alisya berbalik dengan sangat lihai sehingga berhasil membuat keadaan terbalik dan lepas dari kuncian Adith namun Adith kembali menekannya ke dinding namun Alisya menedang ke arah belakang agar tidak tertekan, memegang pinggang Adith dan membalikkannya mendekati dirinya mendorongnya kedinding.

”Kau tampan memakai baju ini” Alisya tersenyum nakal tak bisa menahan godaan ketampanan Adith. Membuat Adith melesat mengambil Kain di tangannya menarik Alisya dengan kedua tangan yang dengan cepat Alisya memberikan punggungnya.

”Sepertinya kau jadi lebih terbuka dan sedikit nakal sekarang!” Adith berbisik ditelinga Alisya nakal membalikkannya dan menjauhkan tubuh Alisya darinya.

”Dan sepertinya kau jadi lebih baik!!!” tatap Alisya saat Adith mulai melepaskannya dengan sangat lembut. Melihat Alisya yang menatapnya dengan sangat dalam Adith tak mampu menahan diri lalu menarik tangan Alisya dan memeluknya dengan sangat erat seolah ia telah pergi lama sekali.

”Adith,, kau kenapa?” Alisya khawatir karena mendengar desahan nafas Adith yang tidak teratur dan berat.

”Sudah kubilang jangan pernah pergi dariku Sya, ini sudah kedua kalinya kamu menghilang dariku dan aku sudah seperti zombie. Aku tak bisa membayangkan bagaiman gilanya aku jika kau menghilang lagi untuk yang ketiga kalinya. Berjanjilah padaku untuk tidak mengulanginya???” Adith mengeratkan pelukannya. Dadanya sesak dan kepalanya berat saat memikirkan kalau ia tak bisa melihat Alisya lagi untuk waktu yang sangat lama. Alisya bagaikan sebuah candu berat yang sudah mendominasinya tanpa ampun.

”Maaf Adith tapi Aku..” Alisya tak yakin harus menjawab apa, tidak semudah itu untuk mengucapkan sebuah janji yang Alisya paham betul bahwa ia takkan mampu menpatinya.

”Berjanjilah... jika tidak Aku yang akan membuatmu untuk menepatinya!” Adith melonggarkan pelukannya mencium kening Alisya dengan sangat lembut lalu kembali memeluknya.

”Adith,,, kau tau aku bukanlah...” Alisya mencoba ingin menjelaskan sesuatu kepada Adith mengenai dirinya yang mungkin tak diketahui oleh Adith yang dirinya selalu berhadapan dengan bahaya. Namun Adith semakin tenggelam dalam leher Alisya masih dengan nafas yang berat.

”Aku akan membuatmu menepatinya karena kau hanya milikku A.. Li... Sya” suara Adith semakin pelan dan menghilang bersamaan dengan tubuhnya yang semakin melemas dan berat. Merasakan tubuh Adith tertopang pada dirinya Alisya langsung memasang kuda-kuda memperkokoh dirinya agar tidak roboh bersama tubuh Adith yang sangat bidang sehingga cukup berat meski itu untuk seorang Alisya.

”Kar,, Karin... kak Karan... tolong Aku!!!” teriak Alisya yang dengan cepat Karan dan Karin melesat kesumber suara Alisya yang berada dalam ruang ganti para Pramugari.

”Apa yang terjadi???” Karan langsung menangkap tubuh Adith yang sudah hampir jatuh dan dengan sangat lembut Karan membaringkannya kelantai untuk melihat kondisinya.

”Ada apa dengan Adith kak???” tanya Karin kaget membantu Karan menurunkan kepala Adith.

”Sepertinya dia kelelahan!!! Dia hanya tertidur saja” tatap Karan untuk menghilangkan kekhawatiran Alisya.