Chapter 100 - Kau Milikku (1/2)

Poin yang diperoleh oleh kedua kelas adalah 2:2 karena Mia 1 sudah memenangkan 2 pertandingan pada lomba Lari putra dan Lomba Estafet, sedangkan Mia 2 memenangkan 2 pertandingan Lomba Lari Putri dan Lari Rintang.

”Apa yang terjadi, kenapa ketahananmu sudah menurun?” Zein menghampiri Adith yang tampak terengah-engah karena pertandingan Lari Rintang sebelumnya.

”Pergilah!!!!” bentak Adith tajam kepada Zein.

”Ada apa? kenapa dengannya? keringatnya terlalu banyak dan langkahnya terlihat gontai” tanya Riyan melihat Adith berjalan pergi meninggalkan Zein.

”Ummm,,, sebenarnya Adith...” Elsa datang ingin memberitahu Zein dan Riyan mengenai kondisi Adith namun peluit untuk pertandingan berikutnya telah berbunyi dengan sangat keras.

Semua orang semakin riuh dan heboh karena pertandingan mereka yang sangat sengit. Olah raga gabungan yang berubaha menjadi sebuah pertandingan harga diri itu sangat menarik perhatian semua orang yang terus bersorak mendukung kedua belah pihak. para elite yang sebelumnya meremehkan Alisya dan teman-temannya kini menaruh perhatian besar kepada mereka.

Pertandingan terakhir adalah Basket. Pertandingan ini akan menentukan kelas mana yang akan memenangkan pertandingan dari olah raga gabungan hari itu.

Selama pertandingan, Adith terlihat menguasai seluruh alur pertandingan dengan baik. Dia bahkan terlihat memonopoli bola basket dan mencetak poin yang banyak. Tepat ketika Adith mendribel bola berusaha melewati Rinto, Yogi dan Beni juga Gani dan Doni Adith bertabrakan dengan Rinto karena terlalu memaksakan diri tanpa mengoper bola ke arah Zein sehingga Adith jatuh terjerembab ke lantai.

Semua orang panik dan kaget dengan kejadian itu terlebih karena Adith terdiam tak bergerak sama sekali. Keadaan yang semula terus meneriakkan nama Adith dengan riuh tiba-tiba saja terdiam penuh kesunyian.

”Adith,,, kau baik-baik saja?” Rinto langsung mendekati tubuh Adith yang terbaring di lantai.

”Adith,, dith Adith??? tubuhnya panas sekali, sepertinya dia demam!” teriak Zein melihat Adirh bernafas dengan berat.

”Apa demam?? sejak kapan?” tanya Riyan kaget.

”Sepertinya dia sudah demam sejak lari Estafer sebelumnya!” seru Elsa panik.

”Apa? jadi kamu tahu? kenapa kau tak menghalanginya?” Zein marah geram kepada Elsa.

”Aku,, a aku sudah mencoba semaksimal mungkin tapi dia terus saja mengacuhkanku!” Elsa berbicara tergagap karena takut.

”Sudahlah! bantu aku membawanya ke UKS.” Ajak Rinto mengingatkan mereka agar tidak berdebat.

Pertandingan itu berakhir tanpa adanya pemenang. Alisya yang melihat mereka tengah membopong Adith menuju ke UKS seketika membuatnya sangat khawatir dan berlari menuju kearah mereka secepat kilat.