Chapter 91 - Jadi dont Worry! (1/2)

”Anjay,,, sapu tangan kesayanganku!!” Karan berteriak keras melihat tingkah Karin.

”Kakak sayang sama sapu tangan apa sama aku sih??? ini doang juga!!!” Karin menyodorkan kembali saputangan Karan.

”Yah sayang kamu lah...” senyum Karan membujuk Karin yang merajuk karena dibandingkan dengan sebuah sapu tangan.

Sebenarnya Karan tidak mempermasalahkan lendir yang menempel di sapu tangan tersebut namun karena sapu tangan itu adalah pemberian dari Alisya sehingga itu sangat berharga baginya karena itulah satu-satunya pemberian dari Alisya kepadanya.

”Karin, kau baik-baik saja???” Adora dan yang lainnya datang menghampiri dengan wajah yang sangat khawatir.

”Aku baik-baik saja! kenapa kalian kembali kesini? aku pikir kalian sudah pergi kerumah sakit bersama Beni dan Gani” Karin kaget melihat mereka kumpul dihadapannya.

”Kami baik-baik saja! tidak mengalami luka yang cukup parah” Beni dan Gani datang tak jauh dari mereka.

”Meski begitu, kalian seharusnya masih mendapatkan pengobatan kan??” Karin terdengar ketus dan ngotot.

”Aku rasa mereka sudah mendapatkan pengobatan makanya kesini” senyum Karan melihat mereka.

”Mereka kesini juga untuk mendapatkan makanan!” Emi berkata dengan semangat.

”Hahhh??? makan???” Karin mengerutkan keningnya heran.

Rinto menunjukkan gambar Sarilaut yang dikirim oleh Adith yang berada di pinggir jalan yang tak jauh dari tempat mereka.

”Kami sudah terlalu banyak mendapatkan wawancara dari pak polisi untuk itu kami sangat kelaparan dan Adith mengajak kami ketempat ini” seru Feby sudah tak sabar.

”Ayo kita juga kesana, kita semua juga belum makan terlebih karena kejadian tadi!” ajak Beni cepat.

”Benar, aku sudah sangat lapar nih! Gani dan Gina kompak.

Wajah positif yang ditunjukkan oleh teman-temannya membuat Karin tersenyum penuh syukur.

”Oke kita kesana, Alisya juga pasti sudah menunggu kalian disana!” Karan bangkit dari tempat duduknya dan merapikan pakainnya yang tidak kusut ataupun kotor.

”Sebelum kita kesana, ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua!” Karin menarik nafas dalam.

”Jangan memberitahu Alisya dan jangan menyinggung tentang apa yang baru saja terjadi. iya kan” ucap mereka hampir bersamaan dengan penuh semangat.

”Dari mana kalian mengetahui itu?” tanya Karin takjub.

”Rinto yang memberitahukan kepada kami” Tegas Gani.

”Jangan khawatir, kami memang sangat berterimakasih kepada Alisya karena sudah menyelamatkan kami dan ingin mengucapkan hal itu kepada Alisya!” tambah Yana lembut.

”Tapi kami juga tidak ingin Alisya malah tersakiti olehnya!” timpal Feby.