Chapter 78 - Lagi PMS kali... (2/2)
”Kau,,, kau anak yang di toko tadi??? Ngapain kalian kesini? Siapa yang mengizinkan orang rendahan seperti kalian masuk kedalam pesta anak saya?” Ibu Riyan bertanya dengan nada angkuh begitu mengenali wajah Alisya. Make up nya yang tidak begitu tebal tentu saja tidak akan merubah jauh wajahnya. Tapi wajah Alisya yang terlihat lebih cantik dengan sedikit polesan tipis mampu membuat ibu Riyan sedikit ragu.
Alisya tersenyum kecut. Tak disangka Ibu Hanzel yang ditemuinya tadi adalah ibu Riyan. Make Up Kanya dan Ibunya yang terlihat sedikit tebal membuat Alisya tak berpikir bahwa mereka adalah dua orang wanita bar-bar yang ditemuinya tadi siang.
”Riyan yang mengundang mereka Mom,, dia Alisya dan dia Karin teman sekolahku!” tunjuk Riyan sopan.
”Kami hanya hadir untuk memberikan ucapan selamat tante!” Terang Karin sopan.
”Kami cuma sebentar dan karena kami sudah bertemu Riyan, kami akan berpamitan sekarang!” tambah Alisya tetap menjaga sopan santunnya.
”Oh,, tidak, tidak, acara belum dimulai. Jangan menyia-nyiakan gaun cantik yang sudah kalian kenakan! Kalian harus tetap berada disini sampai akhir acara” ibu Riyan menyela dengan cepat membuat Alisya dan Karin terbengong dengan perubahan ekspresi ibu Riyan yang sangat cepat.
”Meski gaun yang kalian pakai hanyalah bekas pinjaman saja!” Kanya tertawa sinis.
Alisya dan Karin mengerutkan kening bingung.
”Aku tak percaya anakku sangat murah hati dengan mengundang orang rendahan datang kepestanya. Pakaian yang kalian kenakan tidak buruk, tapi tetap terlihat murahan! Ibu Riyan menekan dengan baik setiap kalimat yang dia ucapkan untuk mempermalukan Alisya dan Karin.
”Mom,,, momy kenapa sih?” Riyan mencoba menghentikan ibunya.
”Hahahahhaha. Kalian selalu saja berbuat heboh dimanapun kalian berada!” Karan muncul entah dari mana mengagetkan Karin dan Alisya.
”Nak Karan, kau kenal dengan mereka?? Aku rasa kamu salah orang. ” Ibu Riyan bertanya dengan sopan.
”Tentu saja tidak tante, ini Karin, Karin Reynand! Adikku yang paling cantik!” Karan memeluk bahu adikknya akrab.
”Kakak kenapa bisa ada disini?” Karin tak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya.
”Jadi dia adikmu kak?” Kanya bertanya dengan wajah terkejut.
”Yuppp!!! Dan dia adalah Aliysa, Ralisya Quenby Lesham! Tante tentu kenal nama belakangnya tadi, ”Lesham”!” Ucap Karan menekan lama Alisya yang membuat Alisya menatap tajam Karan karena membawa nama ayahnya.
”Tidak mungkin, bukankah anak Lesham adalah seorang laki-laki???” suara ibu Riyan sedikit ragu.
”Itu yang di ketahui semua orang!” Karan menatap Alisya yang penuh emosi. ”Ayolah sayang,, kau tau kenapa semua orang selalu salah paham denganmu??? Itu karena kamu selalu saja menampilkan kesederhanaan dalam semua kemewahan yang kau miliki” lanjutnya berpindah posisi ke sisi Alisya.
”Huh,,, aku tak percaya jika dia anak Lesham!!!” ibu Riyan terdengar sangat angkuh.
Saat semuanya terbingung dengan jati diri Alisya, Adith tiba-tiba saja menerobos masuk melewati Riyan dan Ibunya langsung menuju ke Alisya lalu menciumnya tepat dibibirnya.