Chapter 73 - Ganteng (1/2)

”Makasih kak Karan” Karin melambai ke kakaknya Karan yang mengantarnya.

”Belajar yang baik jangan banyak main!” teriak Karan dari dalam mobil.

”Memangnya aku anak kecil??? pergi sana!” Usir Karin kesal diperlakukan seperti anak kecil.

”Masih pagi sudah bertengkar!” Alisya datang sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik kakak tersebut.

Karin hanya tersenyum licik melipat tangan seolah menunggu kejadian selanjutnya.

”Halo Quenbi cengeng! kalau mau nangis jangan lupa bahu Oppa (Panggilan sayang untuk laki-laki dalam bahasa korea) siap sedia dengan kode 86” Teriak Karan setengah keluar dari pintu mobil sebelah kanan menggoda Alisya.

Alisya yang jengkel langsung saja menendang ban mobil Karan.

”Pergi sana sebelum ku hancurkan mobil kesayanganmu ini” Bentak Alisya dingin.

”Galak amat sih, yang ada Adith bakal lari loh...” godanya lagi dengan menyebut nama Adith yang membuat beberapa orang yang sedang memasuki gerbang ikut menoleh.

”Karin, kamu bawa suntik nggak??? gue minta yang dosis tinggi dong!” Alisya meminta tanpa melirik ke arah Karin dan menatap tajam lurus ke arah Karan.

Karan yang tertawa terbahak-bahak lalu dengan cepat membunyikan mobilnya dan berlalu pergi.

”Bukannya kau yang mengataiku masih terlalu pagi untuk bertengkar??” Goda Karin dengan senyum sinis.

”Kakakmu itu benar-benar menyebalkan dari dulu! Sini kamu... biarkan aku melampiaskan rasa kesalku padamu!” Alisya tersenyum jahat mengejar Karin yang dengan sekuat tenaga berlari dari Alisya.

Karin yang berlari kalang kabut menghindari keganasan Alisya membuatnya tak begitu memperhatikan keadaan yang berada dihadapannya. Sehingga dengan cepat dia menabrak seseorang.

”Kau tak apa-apa??” Alisya berusaha membangunkan Karin yang tersungkur di tanah.

”Ini gara-gara kamu! wajah mu yang tersenyum licik itu benar benar teror horor yang sangat sempurna. Aku jadi menabrak orang tau!” bentak Karin sambil berusaha bangun.

”Ahhh,,” seseorang berusaha keluar dari semak belukar yang menjadi pagar tanaman.

”Bantuin tuh...” pukul Karin kepada Alisya menunjuk kepada orang yang kesulitan tersebut.

”Ppuhaaahhh... kenapa ada banteng disekolah kita???” tanya nya bernafas legah setelah keluar dari semak taman.

”Riyan??? Maaf,, aku tidak sengaja!!!” Karin berusaha membantu Riyan untuk duduk sedang Alisya hanya tertawa kecil.

”Oh jadi kamu Karin, tidak apa-apa aku baik-baik saja selama wajahku tidak lecet dan kotor!” Ucapnya sambil mengelus wajahnya mencari apakah ada sesuatu yang salah.

”Wajahmu baik-baik saja kok! Aman...” Karin tersenyum canggung.

”Benarkah?? Bagaimana Alisya? Wajahku tetap ganteng?” Riyan bertanya dengan penuh percaya diri.

”Iya Ganteng,,, Gagal karena ke tabrak baNteng” Alisya tertawa kecil.

”Alisya!!! nggak kok, nih liat wajamu aman!” bentak Karin sambil menyerahkan cermin. Karin bukannya takut melainkan dia tidak ingin membuat orang nomor 3 ini memusuhinya karena kesalahan konyol.

Karin berusaha membersihkan sisa-sisa dedaunan yang menempel ditubuh Riyan lalu kemudian dengan lembut membersihkan daun yang menempel di pipi dan dahinya. Sesaat setelah Karin mengambil daun di tepi bibirnya, Jantung Riyan langsung berdetak dengan kencang terlebih saat Karin meniup kotorang di rambutnya.

Melihat tingkah Karin, Alisya berdiri dengan mengatupkan kedua tangannya sambil memperhatikan adegan romantis yang ada didepannya. Tanpa sepengetahuan Karin, Alisya mengambil Handphonenya lalu dengan cepat merekam kejadian tersebut dan mengirimkannya ke ruang Obrolan Grub mereka.

”Wow... apa yang mereka lakukan?” tanya Adora.

”Mereka pacaran?” tambah Emi.