Chapter 63 - Apa Yang Kau Rencanakan?? (2/2)
”Maaf Direktur, tapi aku tak begitu mengerti apa yang anda katakan!” Adith melangkah maju dalam kebingungan.
”Kau dan Alisya sudah mengenal sejak lama! untuk saat ini hanya itu yang bisa aku jelaskan, karena kalian berdua harus menghadapi semuanya sendiri!” tambahnya lagi.
”Sepertinya Direktur telah salah paham, saya pamit dulu. Untuk kedepannya saya sangat mengharapkan kerja sama anda!” Ucap Adith sambil menunduk menghormati sang Direktur.
”Adith... Aku titipkan Alisya dalam perlindunganmu! Cepatlah berkembang dan kuat!” Jelas sang Direktur tepat sebelum Adith keluar mengejar Alisya.
****
Pagi hari di sekolah
”Pagi Sya....” Sapa Emi
”Selamat Pagi Alisya!!!” Adora tak kalah semangat.
”Pagi Alisya... apa yang kau pikirkan???” Feby masuk menghampiri Alisya yang duduk termenung menghadap jendela.
”Bukannya ini terlalu pagi untuk melamun yah?” Tambah Emi menaruh tas nya menghawatirkan Alisya. Beberapa bulan belakangan mereka dengan mudah melihat banyak ekspresi Alisya yang lebih bersahabat dan mulai jarang terlihat sendiri karena mereka yang sudah lebih sering mengajaknya bercengkrama.
Alisya melirik sekilas namun hanya memberi senyum seadanya. Ekspresi Alisya terlalu sulit untuk mereka terjemahkan dan senyumnya bukannya terlihat lemah dan tidak ikhlas melainkan ia lemparkan seadanya sehingga mampu membuat mereka berpikir bahwa Alisya baik-baik saja.
”Jadi bagaimana??” tanya Adora menaruh wajahnya di atas meja Alisya.
Alisya terdiam tak mengerti pertanyaan Adora.
”Kamu jadi salah satu kandidat dalam pemilihan ketua Osis” Terang Adora membaca ekpresi bingung Alisya.
”Kenapa Aku???” tanya Alisya datar.
”Itu karena banyak yang merekomendasikan kamu setelah melihat kemampuan kamu!” Ucap Karin sembari memasuki kelas di ikuti Rinto dan Yogi.
”hah??” Alisya masih tidak begitu peduli. ”Sepertinya Rinto dan Yogi semakin tampak seperti pengawalmu yah Karin!” Alisya menangkup dagunya dengan sebelah tangan.
”Kami selalu saja berpapasan di depan sebelum masuk kekelas. Jadi bukan berarti mereka terus mengikutiku yah... Jangan salah paham!” Ketus Karin
”Jadi pengawal yah??? Tidak buruk!” seru yogi memikirkan dengan serius ucapan Alisya.
”Sepertinya dia menanggapinya dengan serius” bisik Emi terkikik kecil.
”Jadi bagaimana??? Kamu sudah memikirkan mengenai kamu yang dierkomendasikan sebagai salah satu Kandidat Ketua Osis???” Goda Karin.
”Aku tak mengerti mengapa mereka merekomendasikan aku sebagai calon Ketua Osis!” ucap Alisya acuh tak acuh.
”Sewaktu kamu memenangkan presentasi, membuat orang mengakui kecerdasanmu dan kelihaianmu dalam menghadapi masalah ditambah lagi sewaktu kamu berhasil menjadi Ratu sekolah membuat kepopuleran dirimu meningkat tajam sehingga banyak yang merekomendasikan kamu” Jelas Rinto.
”Sistem pemilihan kandidat calon Osis disekolah kita sedikit berbeda dibanding dengan sekolah-sekolah lainnya. Selain mempertimbangkan Kemampuan dalam hal kecerdasan, Kecantikan dan kepopuleran merupakan hal tambahan yang sangat mendukung dalam pemilihan” tambah Yogi.
”Sebuah aturan yang cukup konyol dari sekolah elit. Tapi tidak mengherankan” ucap Alisya yang tak berpikir bahwa pemilihan ketua Osis yang harusnya menitik beratkan dalam hal Kemampuan Akademis, keterampilan serta Atitude calon ketua Osis malah menjadikan Kecantikan sebagai salah satu kriterianya. Tapi setelah memikirkan kembali bagaimana sekolah Elit ini dipenuhi dengan seluruh siswa yang lebih banyak menitik beratkan perbandingan sosial dalam hal penampilan dan harta membuatnya cukup memahami bahwa hal itu mungkin saja terjadi.