Chapter 62 - Maafkan Aku Alisya (1/2)
”Kau...” tatap pak Azwar tajam. Ia sangat marah terhadap kelakuan sombong ponakannya itu yang sudah membuatnya malu karena perbuatan bodoh ponakannya tersebut kepada Alisya.
”Dia bukanlah karyawan rendahan, dia adalah cucuku Alisya!” Kakek Alisya muncul dibelakang kerumunan orang dan berkata dengan tegas dan suara yang dingin.
”Ma,,, maksud kakek, maaf... maksud direktur???” Nada suara Jenni tercekat oleh air ludahnya sendiri.
”Selama ini kau mendapat perhatian yang cukup baik dari pamanmu dan dariku karena aku sudah menganggapmu cucuku sebab selama ini kamulah yang sering memghiburku jika aku merindukan cucuku. Aku menganggapmu sebagai cucuku karena pak Azwar adalah tangan kananku yang sangat aku percayai tetapi ternyata hal itu membuatmu menjadi sangat sombong dan bertingkah semena-mena kepada semua karyawan.” Ucap Kakek Alisya dengan suara berat yang tegas.
”Pantas saja, ternyata karena dia merasa memiliki perlindungan yang cukup kuat!” Gumam paman Dimas yang sedari tadi hanya diam memperhatikan semua kejadian itu dengan nyaman seolah sedang menonton filem.
Melihat kakeknya yang muncul dan melangkah mendekat membuat Alisya dengan cepat berdiri dihadapan Adith memblock serta memasang pertahanan seolah tampak melindungi Adith dari kakeknya. Genggaman tangannya sangat kuat dan bergetar membuat Adith bingung dengan reaksi Alisya. Reaksi Alisya seolah sedang melindunginya dari bahaya besar yang sangat mengancam hidup Adith.
Pak Dimas juga terkejut dengan tatapan tajam Alisya kepada Direktur yang merupakan kakeknya sendiri. Dari tatapan itu mengalir sebuah kebencian yang cukup besar bersamaan dengan rasa takut. pak Dimas merasa ada sesuatu yang tak beres dengan sikap Alisya dengan membuat Adith berdiri dibelakangnya.
”Ada apa Alisya??? Kenapa tubuhmu bergetar seperti itu?” Adith tak menyangka kalau reaksi Alisya akan sampai se protective itu kepada dirinya dihadapan kakeknya saat ini.
”Bagaimana kau bisa ada disini??? apa yang kau lakukan disini???” Bisik Alisya masih dalam keadaan membelakangi Adith dan tersimpan nada marah dalam suaranya.
Belum sempat Adith menjawab perntanyaan dari Alisya, sang Direktur langsung memberi pengumuman yang mencengangkan. Dari balik punggung Alisya, Adith dapat melihat sang Direktur yang tampak belum begitu tua dengan wajah khas jepangnya dan ketegasan pada kontur wajahnya memperlihatkan aura kepemimpinan yang penuh dengan kharisma. Benar-benar aura seorang penguasa besar yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Tatapan matanya hangat namun tegas dan mempesona.
”Alisya adalah cucu saya satu-satunya!! Cucu saya yang selama ini tidak pernah saya tampilkan dihadapan orang banyak maupun media, dia adalah Ralisya Quenby Lesham...” tunjuk kakeknya kepada Alisya.
Alisya terdiam membatu ditempatnya dengan tatapan menusuk dan marah. Ia tak menyangka kalau kedatangannya ke perusahaan itu malah membuatnya berada dalam situasi dan kondisi seperti itu. Terlebih dengan pengumuman kakeknya yang membuka jati diri Alisya yang sebenarnya dihadapan semua orang dan dihadapan Adith.
Semua orang tercengang tak percaya beberapa diantaranya bahkan tidak bisa menutup mata dan mulut mereka dalam keterkejutan dan untuk Jenni, sekarang ia terjatuh lemas tak berdaya. Sekarang ia baru menyadari kesalahan besar yang sudah dia lakukan. bahkan kesempatannya untuk hidup sudah berada jauh dibawah ambang batas kehidupan. Ia akhirnya merasa jatuh ke neraka paling dalam di hidupnya.
”Apa yang sudah aku lakukan??? tidak mungkin! jika dia adalah cucu direktur.. kalaupun benar, kenapa baru dia muncul saat ini??? Direktur selalu memanggil cucunya Quenby bukan Alisya!!!!” tiba-tiba ia sadar bahwa nama yang disebutkan oleh direktur sebelumnya adalah memang benar nama cucunya dan nama perempuan yang disebutkan tadi juga mirip dengan nama panggilan perempuan itu.