Chapter 872 - Kita Akan Hidup Bersama (1/2)

Perceraian Ke-99 Wan Lili 52720K 2022-07-21

[Istri Li Sicheng sedang hamil, dan bayinya kembar. Li Sicheng selalu pamer, dan kita harus memiliki anak kembar di masa mendatang karena kita tidak bisa kalah di garis start!]

Kata-kata Ou Ming itu sepertinya terdengar kembali. Masih terdapat banyak harapan dan kerinduan, dan Yu Lili masih mengingat kata-kata tersebut dengan jelas bahkan saat ini. Setiap kali dia memikirkannya, dirinya merasa benar-benar bersalah.

Sekarang … Ou Ming sendiri mengetahui apa yang sedang terjadi, yang membuat wanita itu merasa semakin malu. Yu Lili memindahkan tangannya dari dada pria itu untuk memeluk lehernya. Dia tercekat menahan isak tangisnya dan berkata, ”Maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukannya ….”

Ketika mendengar apa yang dikatakan wanita itu, hati Ou Ming terasa sakit dan dia memeluk Yu Lili dengan erat dan berbisik, ”Berjanjilah padaku, apa pun yang akan terjadi, kau harus memberitahuku, oke? Katakan saja padaku, dan kita akan menyelesaikannya bersama-sama. Jangan pernah menyembunyikan apa pun dariku, oke?” Hanya dengan cara ini, dirinya tidak akan dapat membuat kesalahan. Hanya dengan cara ini, dirinya bisa tinggal bersama wanita itu selamanya. Ou Ming ingin bersama Yu Lili. Pria itu menginginkannya, sangat menginginkannya.

Yu Lili berhenti menangis, dan setelah menangis tersedu-sedu, wanita itu menyeka air matanya dengan lengan bajunya. Dengan perlahan mendorong Ou Ming menjauh, matanya sudah bengkak karena menangis dan menjadi merah saat dirinya menatap pria itu.

Mata Ou Ming juga terlihat memerah, dan sedang menatap Yu Lili, dia membelai pipi wanita itu dengan lembut, menyeka air matanya dan berbisik, ”Berjanjilah padaku, oke?”

Yu Lili hampir menangis kembali, dan sambil menyeka air matanya, dia mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ou Ming tersenyum dengan sebuah raut wajah lembut dan berkata dengan suara rendah, ”Ayo kita pergi, jangan tinggal di sini, aku akan membawamu ke apartemen di Taman Yanjing.”

”Kenapa?” Yu Lili mendongak menatapnya dan bertanya.

Ou Ming meliriknya dan berkata, ”Akan lebih nyaman di sana.”

Yu Lili menatap Ou Ming dan mengangguk tanpa bertanya lagi. Setelah tiba di tempat itu, Yu Lili mendapati bahwa apartemen itu adalah salah sebuah bangunan yang baru dibuka oleh Grup Li dalam beberapa tahun terakhir ini, lokasinya bagus dan harganya mahal. Lantai 28 adalah sebuah unit apartemen mewah 1 lantai.

Dia melihat pria itu memasukkan kata sandinya dan berjalan masuk ke dalam. Ketika Ou Ming membuka pintunya, wanita itu dengan jelas menemukan bahwa apartemen itu adalah sebuah tempat yang tidak biasa. Bisa dikatakan bahwa ada seseorang yang tinggal di tempat ini karena ruang keluarganya dibersihkan, dan tercium sebuah aroma yang samar-samar di udara.

Ou Ming menyeret koper wanita itu ke kamar, dan ketika Yu Lili berjalan masuk, dia menemukan bahwa jas dan kemeja yang sudah disetrika semuanya dilipat dengan rapi, dan semuanya sangat rapi dan teratur. Di semua tempat itu terlihat sebuah selera dan kenyamanan yang tak tertandingi. Tidak diragukan lagi, Ou Ming tinggal di sini.

”Aku … aku tinggal di sini?” Yu Lili berdiri di pintu kamar tidur. Dia menatap Ou Ming dengan bimbang dan bertanya, ”Bukankah ini kamarmu?”

”Ya, kita akan hidup bersama.” Dia membantu wanita itu membuka kotaknya dan mengeluarkan barang-barangnya satu per satu. ”Kita akan hidup bersama nanti.”

Hal itu membawa air mata ke mata Yu Lili dan dia menatap Ou Ming. Di masa lalu, mereka selalu tinggal di vila Xishan. Sekarang vila Xishan telah berubah, pria itu membawanya ke sini ….

'Hidup bersama …. Jadi, apa hubungan di antara kita berdua di masa mendatang? Apakah aku kekasihnya atau wanita simpanannya?'

Yu Lili menundukkan kepalanya dan mencoba bertanya pada pria itu, tetapi dirinya takut merasa sentimental sendiri. Berjalan maju, dia menggantung sisa pakaian tersebut bersama Ou Ming, dan gerakannya jauh lebih cepat daripada gerakan pria itu. Jelas terlihat, Ou Ming tidak melakukan hal yang serupa untuk waktu yang lama.

Yu Lili menyelesaikan membongkar barang-barangnya dengan cepat dan meletakkan kopernya di sudut kamar. Pada saat selesai, dirinya merasa pegal dan lelah. Ou Ming memeluk pinggang wanita itu. Pria itu tidak bisa menahan iba yang mana terdengar dari suaranya ketika dia berkata, ”Kau terlalu kurus.”

Di masa lalu, tubuh Yu Lili ramping dan beratnya hanya 45 kg. Sekarang beratnya tidak lebih dari 40 kg, jadi ya, dia mengetahui bahwa dirinya terlalu kurus.

Yu Lili menoleh untuk menatap Ou Ming dan melihat rasa iba di wajahnya. Dia terkejut dan tidak merasa senang karena pria itu mengasihani dirinya. Dia bergerak mendekat pada Ou Ming, berjinjit, dan mencium bibir pria itu dengan lembut.

Ou Ming menatap wanita itu, matanya terlihat gelap dipenuhi gairah. Yu Lili meletakkan tangan di leher pria itu, dan masih berjinjit, mencium pipinya. Dia menutup matanya dan mencium bibir Ou Ming. Dengan perlahan, dia menyelipkan lidah kecilnya ke dalam mulut pria itu dan menciumnya dalam-dalam.

Ou Ming menundukkan kepalanya dan menarik tubuh wanita itu erat-erat. Dia memeluk pinggang Yu Lili yang ramping saat dia mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke seberang ruangan. Dia meletakkan Yu Lili dengan perlahan di tempat tidur dan naik ke atas tubuhnya. Gerakan Ou Ming perlahan-lahan dan disengaja, seolah-olah dia sedang menghadapi sebuah harta karun yang berharga. Dia mencium bibir Yu Lili, lehernya, lalu bergerak turun, membuat gerakannya turun ke bagian bawah tubuh wanita itu.

Meskipun merasa sedikit aneh, Yu Lili memeluk leher Ou Ming dan mencoba merespons pria itu dengan cara yang biasanya, dengan lembut dan perlahan ….

Ou Ming dapat merasakan gairahnya yang berkembang semakin kuat dari menit ke menit. Dirinya berusaha bersikap lembut, tetapi gerakannya menjadi semakin kasar dan semakin terburu-buru. Dia melepas mantel wanita itu dan membiarkan tangannya berkeliaran di bawah baju atasan Yu Lili yang tebal. Pada awalnya, tangan Ou Ming yang besar dan kuat bergerak dengan lembut, tetapi tak lama kemudian gerakan tangan tersebut menjadi kasar saat membelai kulit wanita itu.

Yu Lili memicingkan matanya karena kesakitan, tapi dirinya tidak menjerit. Ketika berhadapan dengan gairah Ou Ming, dirinya mengetahui bahwa hal yang terbaik adalah dengan tidak bergerak dan diam tak bersuara.

Gerakan Ou Ming bahkan menjadi semakin kasar dari sebelumnya. Dia melepaskan pakaian Yu Lili satu per satu dan menikmati tubuh wanita itu. Yu Lili mengetahui dari tindakan kasarnya bahwa pria itu merasa sangat bersemangat saat ini. Ketika Ou Ming melepas pakaian terakhir miliknya, wanita itu menggigil. Dia mengulurkan tangan untuk menarik selimut, tapi Ou Ming menarik dirinya kembali dengan cepat dan memeluknya erat-erat

Sebuah suasana menegangkan terasa di kamar itu, tapi Yu Lili tidak merasakan perasaan atau gairah apa pun.

'Aku tidak merasakan apa-apa.'

Ou Ming menyadari sikap tenang Yu Lili dan bertekad untuk menyulut gairah wanita itu. Dia mendorong tubuh Yu Lili ke bawah dan menciumi setiap jengkal tubuhnya.

Setelah bersama selama bertahun-tahun, Ou Ming mengenali tubuh Yu Lili seperti telapak tangannya sendiri. Dia mencium seluruh tubuh wanita itu, menikmati Yu Lili di bawah tubuhnya. Dia membuka ikat pinggangnya dan hendak memasukkan kejantanannya ketika wanita itu menghentikan gerakannya.

Yu Lili merasa jijik dan tidak menyukai apa yang sedang dilakukan Ou Ming. Dirinya tidak memiliki perasaan gairah sama sekali, tidak ada nyala api membara, tidak ada sama sekali. Dia menyilangkan kakinya, mendorong pria itu menjauh dengan susah payah, dan menarik selimut untuk menyelimuti dirinya sendiri.

Ou Ming menjadi marah karena Yu Lili menghentikan gerakannya pada saat yang sangat penting ini, tetapi ketika dirinya melihat ketidaknyamanan di mata wanita itu, pria itu melunak. ”Apa yang salah?” tanyanya.

Yu Lili menarik selimutnya lebih tinggi dan menggelengkan kepalanya. Dia menatap Ou Ming dengan tatapan memohon dan berkata, ”Ou Ming, aku tidak menginginkannya.”

Ou Ming tidak bisa menahan amarah dari wajahnya. Dia mengulurkan tangan untuk menarik Yu Lili mendekat dan berkata, ”Kenapa kau tidak menginginkannya? Apa kau masih memikirkan pria lain itu?”

”Tidak …” Dia menatap pria itu dengan sedihnya dan berkata, ”Aku hanya tidak menginginkannya.”