33 Bab 33 : Asisten Pintar Selesai (1/2)

Dua bulan beberapa minggu sudah berlalu sejak Daniel membantu Nayla mendapatkan kartu identitasnya.

Selama dua bulan lebih ini, Daniel tak fokus melakukan kegiatan sekolahnya. Ia bahkan pernah beberapa hari tak masuk dan mengambil izin juga.

Hal itu membuat beberapa guru termasuk Bu Nia khawatir tentang Daniel. Bahkan, beberapa guru sempat menyelidiki Daniel secara rinci bagaimana kehidupannya. Mereka menemukan bahwa kondisi keluarga Daniel sangat kekurangan. Keadaan ini membuat banyak guru merasa iba dan mulai membantu Daniel. Meski tak seberapa, beberapa guru memberi Daniel bantuan mulai dari 50 ribu sampai 100 ribu rupiah.

Daniel sangat terkejut saat ia dipanggil ke kantor. Bukannya dimarahi, sebaliknya, ia dinasehati dan malah mendapatkan uang, ia malah menjadi bingung karena ditatap dengan rasa penuh kasihan dan iba dari para guru.

Namun, berbeda dengan guru, pandangan para murid terhadapnya berbalik 180°.

Mereka mencapnya sebagai murid nakal, murid bermasalah, murid miskin dan sebagainya.

Pandangan para murid ini dipengaruhi oleh Yudhistira, yang dilakukan olehnya secara diam-diam.

Awalnya, reputasi Yudhistira sudah turun, tapi karena perilaku Daniel yang sering tak masuk sekolah, itu malah memberi peluang pada Yudhistira untuk menambahkan reputasi Daniel yang sudah buruk menjadi lebih buruk lagi.

Tetapi, itu tak terpengaruh pada Bella, Silvia, Kinar, dan dua orang sahabatnya.

Jauh daripada mencapnya sebagai murid bermasalah, Bella lebih merasa khawatir pada Daniel. Ia sudah tahu bagaimana kondisi Daniel saat berkunjung ke rumah Daniel, tapi ia tak tahu bagaimana cara membantu Daniel.

Jika dia langsung memberi Daniel uang, itu akan menyebabkan harga diri Daniel hancur. Jadi, ia hanya bisa memberi Daniel dorongan dan semangat. Ia juga sering mengobrol dengannya.

Sedangkan Kinar, ia tak khawatir sama sekali dengan Daniel. Jika disuruh memilih antara khawatir dan bangga, ia memilih bangga. Ia tahu bagaimana Daniel sudah berusaha untuk menafkahi kedua adiknya.

Kinar membantu secara diam-diam. Ia memberi 300 ribu sampai 500 ribu pada Rika beberapa kali.

Silvia hanya bisa memberi Daniel semangat. Karena Daniel, semangatnya tersulut dan membuatnya semakin giat belajar dalam ilmu komputer dan manajemen perusahaan.

Hal itu menyebabkan kedua orang tuanya keheranan, tapi ikut senang dengan semangat anaknya. Tetapi, jika ibu Silvia tahu apa penyebab Silvia jadi semangat belajar, dia akan membanting Daniel sebanyak tujuh kali.

Sedangkan Max dan Regi, mereka seperti biasa membantu Daniel. Meskipun bukan bantuan besar, tapi dengan bantuan mereka, Daniel menjadi terbantu.

Selain mereka, adik-adiknya, Rika dan Raka juga sangat mengkhawatirkan Daniel. Tetapi, dengan adanya Nayla, tugas memasak dan pekerjaan rumah lainnya tak lagi dilakukan oleh Daniel, tapi dilakukan oleh Nayla.

Itu juga membuat rasa khawatir Rika dan Raka berkurang sedikit. Keduanya sudah menerima Nayla seperti keluarga sendiri, tapi tetap saja Rika menatap Nayla dengan kewaspadaan.

Namun, selain Nayla dan Lia Siyu, mereka semua tak tahu mengapa Daniel mengambil banyak izin dan juga tak masuk sekolah tanpa keterangan. Daniel secara sengaja tak memberitahu mereka.

Bahkan, dalam surat izinnya, Daniel hanya menulis bahwa dia ada keperluan dengan seseorang. Ia tak secara spesifik menuliskan alasan kenapa dia tak sekolah.

Seseorang yang ia maksud adalah Lia Siyu. Lia Siyu sendiri yang mengantar surat itu pada guru dan juga menandatanganinya.

Karena tindakan Lia Siyu ini, para murid yang tak senang dengan Daniel berpikir bahwa Daniel adalah berondong dari tante cantik tersebut (ditujukan pada Lia Siyu).

Beberapa siswa melihat Daniel dengan tatapan jijik.

Tapi, Daniel tak menghiraukan bagaimana seseorang memandangnya. Ia merasa bahwa apa yang dikatakan mereka itu tak benar. Jadi, untuk apa dia memperdulikan omong kosong seperti itu?

Upayanya selama dua bulan lebih ini tak sia-sia. Ia berhasil menyelesaikan asisten pintar. Ia memberi nama asisten pintar dengan nama 『Teteh』.

Ia memilih nama ini agar menjadi lebih khas dengan Indonesia dan membuat Indonesia makin terkenal di pentas internasional.

Sebagai antisipasi, Daniel membuat 20 lapisan pertahanan pada asisten pintar ”Teteh”.

Bahkan, jika Daniel tak memberi lapisan pertahanan pun, butuh waktu 30 sampai 50 tahun untuk mengetahui kode sumber dari asisten pintar tersebut karena bahasa komputer yang digunakan bukan berasal dari bumi, tapi dari planet lain.

Daniel juga tak berniat untuk mengumumkan bahasa komputer tersebut kepada publik dalam waktu dekat.

Daniel secara khusus menyebut nama bahasa komputer itu dengan nama Bahasa Serua. Alasan mengapa dia menggunakan nama ini dikarenakan Serua adalah salah satu bahasa dari maluku yang dinyatakan punah di awal tahun 2018 ini. Meskipun tak mirip dengan bahasa serua, tapi tujuannya untuk mengingat nama bahasa yang sudah dinyatakan punah.

Selain dari bahasa Serua, ada juga bahasa daerah yang lain dari Maluku yang dinyatakan punah, yang diantaranya adalah bahasa daerah Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua dan Nila. Juga, bahasa daerah dari Papua yaitu Tandia dan Mawes.

Sementara itu, saat larut malam, Daniel memasuki game virtual reality. Selain untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, ia juga memanfaatkan untuk merasakan atmosfir bertempur, berlatih bertempur dan juga merasakan pengalaman antara berdiri di atas garis hidup dan mati.

Meskipun yang dia mainkan hanyalah sebuah game, tapi perasaan nyata didalamnya hampir tak bisa dibedakan dengan realitas dunia nyata.

Dari indera perasa, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan pengecapan, semuanya terasa nyata. Bahkan, rasa sakit yang ia derita karena monster pun terasa nyata.

Dengan begitu sering bertarung dalam game, kemampuan Daniel dalam menggerakan tubuh dan kemampuan bertarungnya meningkat tajam. Juga, auranya berubah secara total.

Tapi, ia bisa mengendalikan aura mematikan ataupun aura menekannya dengan mudah. Sehingga kehidupan sehari-harinya tak terganggu dengan auranya yang seperti veteran dalam perang.

....

Saat ini, Daniel ada di kantor PT. Sky Technology.

Selama dua bulan ini, PT. Sky Technology mendapatkan banyak karyawan yang berkualitas. Setidaknya, sudah berpengalaman bertahun-tahun dalam perusahaan teknologi.

Selain itu, Lia Siyu juga membawa orang kepercayaannya untuk mengisi kepala bagian Personalia, R&D, Hukum Masyarakat, Propaganda dan bagian Keuangan.