Chapter 345 - 345. Pertempuran di area Nanjiang bag3. Akhir dari pertempuran. (1/2)
Saat tubuh Ludius terus terguling mendekati jurang, dengan kesadarannya yang tersisa, tangannya mencoba menggapai apapun untuk menahannya. Beruntung Ludius melihat sebuah akar pepohonan yang besar dan segera memegangnya erat sebelum ia benar-benar jatuh kedalam jurang.
”Huft.. hampir saja aku akan berakhir disini!.”
Sebisa mungkin Ludius menguatkan pegangannya pada akar tersebut dengan kesadaran yang tersisa, tangan kirinya ia gunakan untuk mengaktifkan alat komunikasi agar terhubung langsung dengan Zhenyi.
[”Semuanya dengar! Terutama kau Zhenyi.”]
[”Master. Ada apa denganmu? Apa kau dalam bahaya?.”] tanya balik Zhenyi yang sudah mendengar panggilan Ludius.
[”Bagaimana dengan Assasin dan penjinak bom yang di arahkan ke zona inti? Apakah masih belum juga sampai!.”]
[”Jawab Master! Penjinak bom sedang mengamati. Dan assasin sudah mulai menyerang mereka dengan hasil saat ini ada 2 dari musuh tumbang. Dua dari mereka sepertinya juga seorang assasin dari guild pembunuh bayaran, hingga saat ini pertarungan berakhir seri.”]
[”Segera kirim bantuan 1 snipper untuk jaga-jaga sampai aku kembali.”]
[”Master, ada sesuatu terjadi pada anda?.”]
[”Hanya kecerobohanku, mereka melempar granat hingga membuatku terpental ke area jurang yang baru aku ketahui saat ini. Jangan pikirkan tentangku, kau harus memimpin semua anggota untuk menghabisi musuh yang tersisa.”]
[”Baik Master! Saya akan menyelesaikan pertempuran malam ini. Dan Master, bertahanlah!.”]
[”Jangan mengatakan seolah aku akan mati disini.”]
Ludius memutus alat komunikasinya, sekuat tenaga Ludius naik dari bibir jurang untuk kembali ke medan pertempuran. Dengan kondisi kesadarannya saat ini yang tersisa hanya 50%, Ludius gunakan dengan sebaik-baiknya.
-
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya Ludius dapat naik dari bibir jurang dengan kesadaran yang pudar. Penglihatannya mulai kabur dengan tubuh yang terasa remuk karena beberapa kali terpental dan terhantam.
”Sepertinya aku tidak bisa kembali ke pertempuran untuk saat ini, tubuhku sudah mencapai batasnya. Aku harap Zhenyi dapat menyelesaikan pertempuran malam ini.” Ucap Ludius, ia melangkah pelan dengan tangan bersandar pada pepohonan sekitar untuk menopang tubuhnya yang lemah.
Karena tubuhnya sudah tidak kuat untuk melangkah, Ludius akhirnya memilih bersandar sebentar di sebuah pohon, perlahan kesadarannya memudar-memudar dan mata Ludius tertutup tanpa ia pinta.
***
Medan pertempuran Hutan Nanjiang,
Saat ini petinggi Organisasi yang ada di area pertempuran hanya tersisa Zhenyi dan dibawahnya Zack Li. Dengan menggerakkan anggota yang tersisa, mereka menggempur habis-habisan musuh yang mencoba melewati area Nanjiang.
[”Zack Li. Segera pimpin serangan selanjutnya! Musuh di perkirakan 15 orang dengan 2 snipper diantaranya.”] kata Zhenyi yang sedang mengamati pergerakan musuh lewat kamera pengintai.
[”Baik Tuan, bagaimana dengan kondisi Master Lu dan Tuan Longshang?.”]
[”Saat ini Tuan sedang ada urusan yang tidak bisa di ganggu. Kau urus saja lawanmu saat ini.”]
Setelah memutus panggilannya, Zhenyi yang menjadi pengatur strategi dan pengamat ikut menyerang musuh yang tersisa.
Bang bang bang!!!
Beberapa peluru mengarah ke arah Zhenyi, dengan cepat ia mengindar dan melompat kearah pepohonan lain. Dan menyerang balik musuh yang terlihat sedang bersembunyi di balik semak-semak.
Bang bang!!
-