Chapter 284 - 284. Menghadiri resepsi Pernikahan Rekan Bisnis (1/2)
”Pfft.. hahaha..”. seketika tawa Ludius meledak menyeruak hingga keseluruh ruangan. ”Gini lo Sayang, kamu itu wanita spesial yang Tuhan berikan padaku. Seorang Ludius Lu tidak butuh wanita dengan wajah cantik bertaburan bedak dan gincu tebal, yang Ludius Lu butuhkan hanya Silvia Zhuan seorang. Apakah kamu tidak mengerti juga Sayang?”.
”Uhm.. terima kasih karena suamiku mau menerima Silvia apa adanya bukan ada apanya”. Silvia mencium pipi suaminya yang lembut meski sering mendapat pukulan ataupun serangan saat bertarung. Wajah orang kaya memang beda yah rasanya...?. ”Udah ah.. yuk berangkat, sudah terlambat nih..”.
Ludius menggandeng tangan istrinya yang sudah siap dengan tas kecilnya keluar dari dalam ruangan yang ada di resort. Untuk menyelaraskan jas tuxedo hitam suaminya, Silvia memakai long dress berwarna biru laut khas dirinya yang sederhana namun elegan.
Di depan resort sudah di siapkan mobil fortuner hitam beserta sopirnya yang berdiri di depan mobil untuk mengantar sepangan suami istri tersebut. ”Tuan dan Nyonya, saya di tunjuk untuk mengantar anda berdua”. Kata pak Sopir, ia membukakan pintu samping penumpang.
Dengan gagahnya Ludius memegang tangan istrinya membantunya masuk ke dalam mobil. Tanpa banyak bertanya sang sopir membawa laju mobil ke tempat resepsi Pernikahan berada.
Di dalam mobil meski suasana tenang tanpa ada yang berbicara, namun satu hal membuat Silvia jengkel bukan main yaitu tangan nakal suaminya yang kadang usil bermain di sekitar area sensitifnya. Dengan perasaan jengkel Silvia berusaha tenang dan diam menahan rasa geli sedikit memerah rona di wajahnya.
”Jangan main-main Ludius! Kita sedang ada di jalan..”. kata Silvia memperingatkan, ia menoleh ke arah suaminya dengan mendelikkan matanya dan tangannya menghentikan pergerakan liar suaminya.
”Stth.. Sayang, apakah kamu tidak bisa berbicara pelan?”. Balas Ludius dengan jari telunjuknya menutupi mulutnya.
Seketika Silvia mengerutkan keningnya. 'Pria ini.. bagaimana bisa berbuat salah dan berbalik memperingatkanku kalau aku salah!. Ah.. sudahlah, kalau tidak usil bukan Ludius namanya.. Ya Tuhan.. semoga anak kami nantinya tidak Engkau turunkan sifat nakal suami hamba.. amiin..'. batin Silvia sembari mendesah pelan.
Pak sopir yang sedari tadi anteng duduk mengemudi di depan begitu mendengar suara celetukan kecil langsung melihat ke arah kaca spion sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. ”Pasangan muda jaman sekarang ada saja kelakuannya..”. gumam sang sopir dengan bahasa korea keseharian.
***
Setelah menempuh perjalanan dari dari resort dalam waktu 15 menit akhirnya sampai juga di tempat resepsi Pernikahan tuan Kim Lion dengan Nana Khalila yang di laksanakan di tempat terbuka dengan konsep modern.
Pak sopir menghentikan laju kendaraannya tidak jauh dari pintu utama masuk. Dia keluar membukakan pintu samping penumpang. Ludius seperti biasa memegang tangan kanan Silvia dan membantu istrinya turun,
”Ayo sayang..”,
”Uhm Suamiku..”, Silvia menautkan tangannya ke lengan suaminya dan berjalan beriringan masuk ke acara resepsi.
Sepertinya acara resepsi sudah berjalan dan sudah banyak tamu yang berdatangan. Di beberapa langkah Silvia dan Ludius, mereka melihat pasangan yang baru saja meresmikan pernikahan tempo hari di Indonesia, Kim Lion dengan Nana Khalila.
”Sayang, kita sapa mereka dulu yuk..”. ajak Silvia, padahal dia baru saja ngambek sekarang dengan lembutnya memanggil Ludius dengan sebutan sayang,