Chapter 257 - 257. Undangan Pernikahan (1/2)
Dress Silvia yang sudah setengah terbuka ia benarkan, malu pastinya kalau sampai ke pergok 2 kali sama Bibi Yun. ”Udah yah Suamiku.. Ini masih pagi loh! Nakalnya tunda entar malam ok! ” bujuk Silvia manja,
”Benar Loh Sayang nanti malam! Awas kalau kamu kabur lagi. Kamu nggak akan bisa lepas dari tanganku baby..” kata Ludius, ia mencolek pipi Silvia dan menciumnya.
Khawatir Suaminya nakal kembali Silvia langsung kabur begitu mendapat ciuman dari suaminya.
Karena pagi ini tidak jadi melakukan olahraga peregangan otot yang mengencang, ya.. terpaksa Ludius melanjutkan masak sop tulang iganya.
”Oh ya Sayang, panggil Bibi Yun suruh bawa ke dapur tulang iganya! ”. Seru Ludius, ia melanjutkan aktifitas memasaknya.
”Uhm… masak yang enak ya Sayang, aku tunggu masakan penuh cinta darimu! ”. Terdengar samar-samar dengungan suara Silvia yang nampaknya sudah berada di lantai atas.
Sedangkan di dapur Ludius sedang mencincang bumbu-bumbu untuk masak oseng kornet dengan sayur caisim dan tahu. Entah bagaimana rasanya, Ludius ingin mencobanya. Ia tahu selera istrinya itu sangat suka pedas, jadi kali ini Ludius masak sayur dengan sedikit lebih pedas dari biasanya.
”Kau harus memberiku bayaran Sayang.. ”. Gumam Ludius.
Di balik pintu dapur Bibi Yun datang membawa bungkusan berisi tulang iga. ”Tuan, ini tulang iga pesanan anda” kata Bibi Yun sedikit canggung.
”Jangan sungkan begitu Bi, kau terlihat kaku sekali! Cepat bantu aku memasak bahan ini! ” pinta Ludius
”Maafkan saya Tuan, jujur saya kaget..”.
”Aku harap Bibi akan terbiasa mulai hari ini. Hahaha.. ”. Tawa Ludius di sela kesibukannya memasak.
”Tuan.. Saya senang anda sudah mulai menikmati hidup Tuan. Nyonya Silvia memang pandai mencairkan suasana hati Tuan”. Kata Bibi Yun yang sedang menaruh daging iga di baskom dan mencucinya.
”Haha.. Iya benar Bi, istriku memang pandai mencairkan perasaanku yang kadang dangkal dan tak terarah. 5 hari lagi aku harus terbang ke Kerajaan Hardland! Aku masih bingung apakah aku harus membawa Silvia?”. Curhat Ludius pada Bibi Yun.
”Menurutku sebaiknya Tuan mengajak Nyonya Silvia. Tuan tahu sendiri bahwa Nyonya sangat nekad dalam mengambil keputusan. Jika tahu di tinggal Tuan, nyonya pasti akan menyusul sendiri disana. Lagipula kan masih ada Tuan Zhuan yang tinggal di Inggris, sekalian saja Tuan menemui beliau untuk sekedar mempertemukan Nyonya dengan keluarganya” kata Bibi Yun menasehati,
”Yah.. Mungkin Bibi benar! Aku harus membawa Silvia ke Inggris. Di sini dia sendiri juga tidak aman. Hanya saja kehamilannya sangat riskan”.
”Percayalah Tuan, Nyonya akan baik-baik saja asalkan bersama anda di sisinya. Dia sangat mengkhawatirkan anda Tuan”.
”Bi.. Kau tahu dari mana Silvia mengkhawatirkanku?”. Tanya Ludius penasaran. Meski ia tahu memang Silvia itu istri yang perhatian.
”Nyonya sering tanya-tanya tentang Tuan kalau anda pulang malam. Meski Nyonya selalu nampak acuh dan kasar tapi hatinya selembut kapas”. Ujar Bibi Yun,
”Kau benar Bi, itulah Silvia! Dia sangat menjaga image nya di depan semua orang. Selalu menyembunyikan perasaannya dalam-dalam. Dasar istri nakal.. ”.