Chapter 247 - 247. Mata Nakal suami sebelum menghadiri Party (1/2)
Malam telah tiba, di Mansion Lu kini Silvia sedang merias diri duduk di depan cermin yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian dengan Dress pemberian Ludius. Dress malam merah maroon yang begitu pekat membuatnya terlihat semakin cantik dan elegan.
Ludius yang baru saja dari kamar ganti keluar dengan Jas Tuxedo hitam dengan kemeja dan dasi yang selaras semakin membuatnya terlihat tampan. So handsome man..
”Sayang.. Kamu terlihat cantik malam ini.. ”. Puji Ludius yang datang dari belakang Silvia,
Silvia yang duduk dengan riasan yang masih belum sepenuhnya selesai diam acuh tanpa memperdulikan sapaan Ludius yang kadang membuatnya merinding.
”Hmmm.. Sayang kamu berani mengacuhkanku? Apakah kamu ingin aku hukum saat ini juga!”. Ludius mendekatkan dirinya tepat di belakang Silvia. Ia membungkukkan sedikit badannya agar sejajar dengan tinggi tubuh Silvia. ”Kau benar-benar terlihat cantik Nyonya Lu”. Puji Ludius kembali,
”Hmm… modus mu sudah ketahuan Tuan Lu, hafal sekali dengan tabiatmu”. Ujar Silvia semakin acuh,
”Baby.. Mulutmu mengapa selalu berkata kasar pada suamimu ini.. ”. Ludius mencubit dagu Silvia lalu mengalihkannya tepat ke arah pandangannya. ”Apakah suamimu ini perlu memberi pujian dengan sebuah ciuman?”.
”Tuan Lu apakah kau berani melakukan itu padaku. Kalau berani coba saja! ”. Tantang Silvia.
”Nyonya Silvia Zhuan, jangan menganggap remeh suamimu ini.. Atau kamu akan menyesal nantinya.. ”. Goda Ludius,
”Hanya dalam mimpimu Suamiku.. ”. Balas Sllvia tak kalah tegas. Ia serta merta mensungutkan bibirnya yang merah, semakin menambah gairah Liar suaminya yang memang jago dalam bermain bahkan jika harus beberapa babak..
”Oh.. Kau menantangku Sayang.. ”. Seketika Ludius memutar posisinya menjadi didepan Silvia. Dengan sigap tangan kiri nya menarik pinggang Silvia hingga berakhir dalam dekapan Ludius. Dengan senyum jahilnya Ludius mencium bibir istrinya yang merah menggoda.
Terasa dingin dan manis pada lumatan pertama, mungkin itu karena lip ice yang baru saja Silvia pakai.
”Pfft.. ” Silvia mencoba memberontak meski yang mencium adalah suaminya. Silvia yang selalu melakukan perlawanan kecil justru membuat Ludius semakin ingin bermain dengan istrinya itu.
Tangan Silvia yang masih bergerak bebas mencengkram jas suaminya hingga sedikit lusuh, ”Uhmm… ”. Silvia mencoba mengalihkan wajahnya,
Mengingat malam ini akan ada party di BAR, Ludius melepas tautan nya dari Silvia. Ia memandang jahil istrinya yang masih marah karena berani mencuri ciumannya. ”Bagaimana Sayang? Haruskah kita teruskan ciuman malam ini di atas ranjang?”.
Tubuh Silvia yang masih dalam dekapan erat suaminya tidak bisa mengelak begitu saja. Posisi yang paling indah untuk saling memandang mata satu sama lain.
”Suamiku.. Kau menang! Bisakah kau lepaskan tanganmu dari pinggangku? ”. Bujuk Silvia, binar matanya yang indah bahkan mewakili dirinya untuk meminta suaminya melepas tautan tangannya.
”Katakan kalau kau mencintaiku! Mungkin aku akan berfikir 2 kali untuk melepasmu Sayang ”.
”Hnng.. ”. Silvia memalingkan wajahnya,
Ludius mendekatkan wajahnya pada telinga Silvia. ”Baiklah.. Kalau istriku memilih keras kepala, kita akan tetap seperti ini dan lupakan tentang party nya. Karena kau tahu sendiri kan Sayang, kalau aku lebih suka party yang hanya ada kamu di sisiku”. Bisik Ludius yang membuat Silvia merinding sekujur tubuh.
Bagai magnet yang menarik kuat, bahkan bisikan Ludius mampu menarik apapun di dekatnya. Silvia yang mendapat bisikan langsung mengiyakan. Ia tidak tahu sampai sejauh mana bisa bertahan dari godaan pria penakluk wanita seperti suaminya itu.
”Baiklah.. Suamiku, aku mencintaimu!!” Kata Silvia ketus dan lirih,
”Sayang, aku tidak dengar! Bisakah kau ulangi..? ”. Kata Ludius jahil.
Tangan kiri mengepal menahan emosi atas keusilan suaminya. ”Hehe.. Kau sengaja yah suamiku?”. Tanya Silvia dengan dipaksakan.
”Aku hanya kurang mendengar Sayang, aku hanya memintamu mengulanginya kok.. ”.