Chapter 216 - 216. Ini masih Pagi Ludius..!! (1/2)

Setelah kepergian Dokter yang memeriksa kondisi Ludius, tidak lama datang Suster membawa obat yang tertera pada resep beserta dokumen untuk ditandatangani sebagai prosedur keluar dari Rumah Sakit.

”Terima kasih Tuan, anda sudah boleh meninggal-kan Rumah Sakit, semoga lekas sembuh”. Kata Suster yang telah menerima tanda tangan dokumen perpulangan dari Ludius. Ia lekas keluar dari ruang rawat dan menyisakan keheningan diantara Ludius dan Silvia,

Silvia yang masih berdiri di samping kasur kaget tiba-tiba Ludius menariknya dan berakhir terduduk di pangkuan Ludius. ”Ludius, apa yang sedang kau lakukan? ”. Tanya Silvia dengan canggung meski hanya ada mereka berdua,

”Tidak ada, hanya ingin berduaan dengan istriku sambil menunggu sarapan datang”. Balas Ludius datar, ia melepas dasi yang melilit lehernya dengan fikiran yang sudah menjelajah jauh kedalam kemolekan tubuh Silvia.

'Entah mengapa, sejak istriku hamil dia menjadi lebih cantik dari biasanya. Aura dan ranum tubuhnya bahkan sangat menggodaku' batin Ludius

”Modus!! Cepas lepaskan aku Ludius.. Bagaimana kalau nanti ada orang yang melihat? ”. Mata Silvia terus memandangi kearah pintu,

”Biarkan saja mereka melihat, bukankah kita hanya sedang duduk berdua seperti ini? ”. Ludius mengetatkan pelukannya dengan kepala menyusup di sela leher jenjang Silvia. ”Harum ranum tubuhmu sudah menggoda suamimu. Bagaimana kau akan bertanggung jawab akan hal ini Sayang?”. Lanjutnya,

”Ehm… kau.. Apa yang kau cium Ludius, ini masih pagi”. Tegur Silvia dengan nafas terengah menahan godaan Ludius.

Tangan Ludius mulai menjelajah bagian atas perut Silvia dengan bibir masih memainkan leher jenjang istrinya. Namun di tengah kenikmatan sarapan pagi, pintu terbuka pelan tanpa meninggalkan suara lain.

”Ludius, segera kembali ke kantor! Ada beberapa laporan yang harus kau urus”. Kata seseorang di depan pintu sambil melangkah ke tempat Ludius berbaring. Namun begitu orang itu melihat, sontak ia kaget melihat apa yang sedang Ludius lakukan.

”Kakak Ipar, sorry.. Sepertinya aku mengganggu acara kalian”. Katanya seraya membalikkan badan,

Silvia yang merasa kepergok oleh Longshang tengah berduaan dengan Ludius merasa malu bukan main. Meski ia tahu Longshang pria yang gentle dan tidak akan mengatakan apapun tapi tetap saja ia merasa malu,

”Longshang tunggu! Jangan pergi”. Cegah Silvia, ia mencoba melepas dekapan Ludius namun gagal. ”Ludius, Longshang sedang memperhatikan kita. Tidakkan kau merasa malu? ”. Tegur Silvia kembali

”Mengapa aku harus malu, justru Longshang harus berterima kasih dan mencontoh apa yang aku lakukan pada pasanganku. Bukankah kau tau Sayang, dari sekian banyak pria hanya Longshang yang belum pernah mendekati wanita manapun”.

Perkataan Ludius yang menusuk terdengar jelas di telinga Longshang, ia berbalik badan dengan mengerutkan dahinya membentuk siku dan menanggapi Ludius dengan menahan amarah. ”Apakah kau sudah selesai Ludius! Maaf saja, aku bukanlah kau. Kembalilah ke kantor, ada banyak Dokumen yang menumpuk menunggumu untuk memeriksanya”. Ujar Longshang dengan tenang penuh penekanan.

Gurat kekesalan Longshang terbaca jelas oleh Silvia,membuatnya merasa canggung diantara dua teman yang sedang saling merajuk. ”Tenanglah kalian, berhentilah untuk saling merajuk”. Silvia melepas pelukan dan beranjak dari sisi suaminya, ”Lebih baik sekarang kita ke Kantor Ludius, kau tidak bisa melepas tanggung jawabmu”. Sambung Silvia,.