Chapter 159 - 159. Hadiah dari tuhan (1/2)
”Kecepatan dan kelihaianmu masih menakutkan seperti dulu. Tuan Lu, Apakah kamu yakin ingin membunuhku?. Aku tahu kamu sedang menyelidiki sesuatu di kota Jingxian. Apakah kamu tidak ingin tahu ada apa disana?”. Meski pistol sudah tepat di samping kepalanya, namun pria bertopeng masih tetap tenang menghadapi gertakan Ludius.
'Pria ini bukanlah orang sembarang. Sebenarnya siapa dia? Dia bahkan masih bersikap tenang meski sudah mendapat gertakanku. Aku tidak boleh meremehkannya'. Batin Ludius.
Ludius terdiam sesaat, memikirkan apa yang dikatakan pria bertopeng. ”Seberapa jauh kamu mengetahui tentangku? Aku harap kamu tidak ikut campur lebih dari ini!”.
”Tuan Lu bertanya seberapa jauh aku mengetahui tentangmu?. Bagaimana kalau aku mengatakan semuanya! Semua yang ingin Tuan Lu ketahui aku bisa memberitahukannya”.
”Tuan Lu bertanya ingin mengetahui apa yang ada di Kota Jingxiang”. Katanya mengulang penawarannya.
”Terima kasih, aku tidak butuh bantuan dari orang yang menginginkan istriku! Kau enyahlah!”. Ludius menarik pelatuknya, Namun belun sempat Ludius menembak, dari arah samping dengan jarak 10meter ada seseorang di balik bayangan menembak kearak Ludius.
Bang.. Bang..
Melihat peluru mengarah ke arahnya, Ludius melompat mundur dan menyerang balik.
Bang.. Bang..
Sraaah..
Peluru mengenai sasaran, namun disaat Ludius menoleh kearah pria bertopeng dia sudah menghilang bak di telan bumi.
”Kurang ajar! Siapa dia sebenarnya, mengapa dia bisa tahu masalahku dengan Black Emperor? Tidak adakah hari tenang untukku selain berkabung?”. Gerutu Ludius. Dia memasukkan pistol kembali kedalam sakunya dan segera masuk kedalam mobil untuk menemui Silvia.
Karena perasaan Ludius belum tenang, di dalam mobil dia membuka ponsel dan melihat rekaman CCTV yang langsung tersambung dengan ponselnya. Disaat Ludius melihat kebagian kamar, dia melihat Silvia tengah tertidur dan terlihat dokter baru keluar dari kamar mereka. Tiba-tiba saja Ludius melihat adegan Zain mencium kening Silvia.
”Zain.. Apa yang kau lakukan pada istriku? Apa kau tahu, kau sudah menyalahi kepercayaanku?!”.
Dengan perasaan geram, Ludius membawa mobil kembali ke Mansion dengan kecepatan tinggi. Melihat kondisi Silvia yang terlihat kurang baik dengan sikap Zain yang berulah dibelakangnya membuat emosi Ludius semakin bertambah.
Mansion Lu
Mobil berhenti tepat didepan pintu, Ludius kekuar dari mobil dengan langkah cepat dia masuk kedalam Mansion menuju kamar tempat Silvia terbaring.
Braaak!
Ludius mendobrak pintu, dilihatnya Zain sedang berdiri melangkah ke pintu kamar.
”Zain! Apa yang kau lakukan di kamar istriku? Aku harap kau memberikan penjelasan yang mampu meyakinkanku untuk tidak membunuhmu saat ini juga!”.