Chapter 65 - 65. (1/2)
Malam yang indah.. Setidaknya itu dirasakan oleh LingLing yang mendapat kepastian hati dari orang yang dia cintai. Saat itu Silvia hanya bisa tersenyum untuk menghormati kebahagiaan temannya.
LingLing dan Byran telah pulang, kini tersisa Silvia dengan kesendiriannya.
”Ternyata malam berlalu tanpamu itu seperti ini.. Begitu tenang dan kosong. Apakah aku sudah terbiasa menjalani hari bersamamu, hingga ketidakhadiranmu terasa begitu nyata?”. Katanya pada diri sendiri. Matanya menatap kosong kedepan,
Andai saja aku tahu jika kepergiannya begitu menyesakkan, mungkin aku tidak akan pernah melepasnya pergi'.
Dari luar Julian datang, dia melihat kearah Silvia yang terdiam tanpa mengetahui kedatangannya.
”Silvia.. Apa yang terjadi padamu?” Tanya Julian. Pertanyaannya membangunkan Silvia dari lamunannya.
”Kakak..!”.
Hanya satu kata yang keluar dari mulut Silvia. Dia memeluk erat Julian, dan menangis di di pelukannya.
”Akhirnya kamu jujur pada hatimu Silvia.. Kamu benar-benar telah mencintai Ludius walaupun ingatanmu tidak kembali sekalipun. Menangislah hanya untuk kali ini saja, Kakak akan disini sampai kamu tenang”. Julian membelai kepala Silvia dan memeluknya hangat.
Silvia menangis untuk beberapa saat di pelukan Julian, Dia menumpahkan semua perasaan yang di rasakannya malam itu.
”Apa kamu sudah tenang?. Tegakkan wajahmu Silvia.. Sebentar lagi kamu akan menjadi milik orang lain. Setidaknya malam ini cerialah untuk Kakak”. Kata Julian dengan senyum mengembang.
Di balik senyum dan kehangatan Julian yang menenangkan, hatinya begitu terasa sakit melihat Silvia menangis untuk orang lain. Bagi Julian dia baru melihat sisi rapuh Silvia yang selalu tegar dalam menghadapi cobaan apapun.
”Tidurlah.. Kakak akan duduk disini untuk menjagamu”.
Julian membaringkan Silvia kembali. Dia duduk terdiam disamping Silvia sembari menunggunya tertidur.
Malam yang panjang berlalu dengan tenang, dan terlalu tenang seperti akan terjadi badai diesok hari.
________________________
Keesokan harinya,
Pagi-pagi sekali Silvia terbangun dan mendapati Julian tertidur disampingnya.
”Dasar Kak Julian, semalaman menunggu dan sekarang tertidur dengan pulas seperti ini. Kakak terlalu memaksakan diri”.
Terdengar suara getar dari ponsel Julian, yang berada tepat di sampingnya. Silvia mencoba bangun dari tidurnya dan mengangkat telefon dari ponsel Julian.