Chapter 14 - Tanpa sadar, aku telah membuatmu terluka (1/2)
Pagi ini Ludius sarapan dengan Sup buatan Silvia. Sudah 2 hari Ludius dirawat di Rumah Sakit akibat luka tembak dan sayatan . Kini kondisinya sudah mulai stabil.
”Silvia sepertinya aku akan keluar Rumah Sakit hari ini. Aku harus kembali ke kantor, karena banyak berkas yang harus aku urus”. Ludius beranjak dari tempat tidur dan melepas pakaiannya di depan Silvia,
”Kya… Berhenti...! Setidaknya katakan sesuatu kalau mau ganti baju..!” Teriak Silvia, Dia langsung berbalik arah.
”Apa kamu tidak mau melihat tubuh atletis ku? Aku kira semua wanita menginginkan pria dengan tubuh seperti ini”. Ludius mengambil setelan kemeja dan jas yang sudah di persiapan pelayan.
”Masih terlalu pagi untuk Tuan merasa percaya diri, tidak semua wanita berfikiran sama seperti Tuan. Sudah belum gantinya?” .
”Kamu ingin tahu sudah apa belum, Tinggal berbalik arah saja kenapa harus malu. Lagian hanya ada kita berdua disini” . Setelah Ludius memakai kemeja, dia mendekati Silvia. Pandangannya serasa seperti sedang menggoda gadis lugu yang tidak tahu apa-apa.
”Tuan.. apa ini tidak terlalu dekat? Mundurlah sedikit Tuan, Aku merasa sesak”. Silvia mendorong Ludius. Ludius yang melihat ekspresi Silvia tersenyum simpul.
'Sabar... pria narsis sepertinya memang harus sabar. Meski tubuhnya indah bagai pahatan maha karya tapi dia bukanlah orang yang tepat untukku kagumi. Silvia, sadarlah...!'. Batin Silvia mengingatkan.
”Gadis kecil, sebenarnya apa yang sedang kamu fikirkan, Apa kamu berfikir aku sedang menggodamu?” Ludius semakin mendekati Silvia hingga tidak ada jarak antara mereka.
”Kalau Tuan tidak sedang menggoda, Lalu apa namanya seorang pria mendekati wanita seperti ini?”.
”Fikiranmu terlalu jauh gadis kecil. Aku hanya memintamu untuk memakaikan dasi di leher ku, atau jangan-jangan kamu menyukai hal seperti ini?” Goda Ludius. Dia memberikan dasi pada Silvia.
”Kalau minta pakaikan dasi kenapa tidak bilang saja!” Silvia memakaikan dasi pada Ludius.
”Kamu ikut aku ke kantor, Aku masih perlu perawatan. Dan aku tidak bisa menyuruh orang sembarangan”.
”Kenapa tidak meminta suster atau Xiang Zhu untuk merawatmu. Bukankah dia tunanganmu..!” Memalingkan wajah.
”Kalau kamu katakan bahwa kamu tidak suka aku dekat dengannya. Aku akan tetap di sampingmu Seperti ini” . Mendekati Silvia dan memeluknya.
'Tuhan.. aku mohon jangan siksa perasaanku seperti ini. Jika Ludius terus seperti ini, aku yang hanya wanita biasa tidak akan kuat menahan godaannya'. Teriak Silvia dalam hati .