38 Kelemahan Longinus (1/2)

( Arena of Endless Victory, Beijing, Kekaisaran Mongolia. )

Setelah pertandingan antara Hauver dan Beast, pertandingan yang lain juga telah befjalan dengan baik, dan setelah babak penyisihan 16 besar berakhir, para peserta diberi istirahat siang sejenak.

Hauver saat ini sedang duduk disebuah kursi diluar Arena, ia memandang langit sendirian ditaman.

Saat ia sedang sibuk memandangi langit, datang seorang wanita kedepannya, Hauver yang melihat itu memasang wajah bingung, saat ia melihat wanita itu, ia adalah wanita World Hero yang bertugas mengawasi jalannya Turnamen kali ini.

' Apa yang dia lakukan disini ? '

Pikir Hauver, lalu ia menyuarakan pikirannya, dan bertanya kepada wanita itu.

” Maaf Nona, ada yang bisa kubantu ? ” Tanya Hauver dibalik Hoodie dan Maskernya, mata merahnya menatap wanita didepannya itu.

” Hmm, ti-tidak, i-ya. ” Jawab Wanita itu membuat gerakan aneh, dengan nada gugup dan wajahnya memerah.

” Iya atau tidak, yang benar yang mana. ” Jawab Hauver menanggapi pernyataan tidka jelas dari Wanita itu.

” I-itu, bisakah aku duduk disebelahmu ? ” Tanya wanita itu.

' Ah~, kenapa world hero yang agung ingin duduk disebelah orang biasa sepertiku ? Ini aneh, apa dia memiliki tujuan khusus. ' Pikir Hauver, ia bahkan menghela nafas dipikirannya.

” Tentu. ” Jawab Hauver atas pertanyaan wanita itu, mendengar jawaban Hauver, wajah wanita itu menjadi cerah dan ia duduk disebelah Hauver.

” Na-namaku adalah Martha Ariselda, Orang-orang lebih sering menyebutku Saint Martha. ”Ucap Wanita itu sambil gemetar, seakan menahan sesuatu.

” Karena kau juri kau pasti sudah tahu namaku. ” Jawab Hauver masih dengan bosan memandangi langit cerah sedikit berawan disiang hari yang panas ini.

” Um, aku tahu, Hauver. ” Jawab Martha, yang membuat mata Hauver seketika melebar, ia lalu mengalihkan tatapannya ke Martha.

” Kau, bagaimana ka- ”

Sebelum Hauver dapat menyelesaikan kata-katanya, Martha telah menerkam Hauver ke kebelakangnya, hingga mereka berdua jatuh ketanah, Hauver berada dibawah sedangkan itu Martha berada diatas, Posisi mereka berdua ini sangat canggung.

” Oi, apa yang kau laku- ”

Bahkan tidak membiarkan Hauver berbicara, Martha memasang sihir Pengikat dimulut Hauver sehingga ia tidak dapat bicara, ia juga memasang sihir pengikat di tangan dan kaki Hauver.

” Mmmmmhmhmhm ”

Hauver mencoba berontak dan bicara, namun hanya terdengar gumaman tidak jelas, ia lalu mengalihkan tatapannya ke orang yang mengikatnya. Orangnya duduk tepat diatas anunya, wanita yang mengikatnya ini.

Melihat Hauver mencoba memberontak, Martha memasang wajah Terangsang dan senyum yang lebih lebar, Air liur menetes dari bagian atas maupun bawah, pipinya memerah dengan dahsyat saat menatap Hauver.

” Ah~ Keagunganku. ” Ucap Martha dengan senyumnya yang kacau membuat tulang belakang Hauver menggigil.

' Tunggu dulu, kenapa dia melakukan ini, dan juga Keagungan ? Aku ? ' Pikir Hauver, lalu Martha kembali berbicara.

” Ah~, Keagunganku, aku tidak bisa menahan ini lagi. ” Setelah mengucapkan itu, Martha lalu melepas Tudung Hauver, memperlihatkan Rambut Putihnya, lalu masker Hauver juga dibuka dengan paksa, identitas Hauver benar-benar terekspos sekarang.

” Ah~, maafkan Martha yang rendah ini keagunganku, maafkan aku. ” Ucap Martha, walaupun ucapannya berisi permintaan maaf, namun ia malah tersenyum dan memasang nada bahagia.

” Mmmhnmmmhhm ”

Hauver bahkan tidak tahu apa yang wanita ini maksud, dan ia masih berpikir ala penyebabnya sampai seperti ini.

' Ayo pikirkan sesuatu Hauver, Apa penyebab wanita ini bertingkah seperti ini. ?!? '

Pikir Hauver.

Namun tidak membiarkan Hauver berpikir jernih, Martha lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hauver, mata mereka bertemu sesaat, lalu Martha mulai mencium Leher Hauver, Hauver kaget dengan hal itu dan gagal berpikir dengan jernih.

' Oii, aku ini lelaki yang sedang dalam masa pubertas, jika Alice belum menyatakan cintanya padaku, mungkin aku akan pasrah saja..., TAPI !!!! Aku bukanlah bajingan seperti itu, jadi bahkan jika itu World Hero, aku akan bertarung dengannya. '

Saat Saint Martha mencium, lalu mulai menjilati leher Hauver dan naik ke pipinya, namun, sebelum ia bisa menciumnya, Hauver memikirkan sesuatu.

' Turunlah ke Dunia yang rapuh ini, [ Bull of Heaven ]. ' Setelah itu, Muncul petir besar yang menyambar tepat disamping mereka berdua, itu adalah Bull of Heaven dalam ukuran banteng normal,lalu dengan cepat, Bull of Heaven keluar dari asap, dan menendang Martha menjauh dari Hauver.