Chapter 132 Pasangan penindas (1/2)
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya. Perusahaan Dinata sedang mengalami penurunan saham. Jadi sedang ada konflik internal antara pemegang saham. Dan kali ini mereka sedang mengadakan rapat pemegang saham
” Tuan Julian, bagaimana caranya anda mengatasi masalah yang terjadi di perusahaan kita? Harga saham kita terus saja menurun akhir - akhir ini!
Jika masalah ini terus saja dibiarkan, maka perusahaan ini akan bangkrut ”
Kata salah satu pemegang saham yang sedang menuntut penyelesaian dari masalah yang dihadapi
” Kita sedang kekurangan dana untuk sekarang ini. Jadi sepertinya kita membutuhkan investor baru untuk tender kita kali ini. Dan setahuku, sebagian saham perusahaan kita telah dibeli atas nama Gina Yulia Atmaja. Jumlah sahamnya juga cukup besar, yaitu 30%. Apa kalian ada yang mengenal siapa dia? ”
Para pemegang saham saling menoleh dan menatap satu persatu. Kemudian mengangkat bahu juga menggelengkan kepala
” Kita harus tahu siapa dia. Apakah dia memiliki niat buruk pada perusahaan kita atau tidak. Apalagi dengan jumlah saham yang lumayan besar, itu sungguh menjadi ancaman untuk kita. Karena jika berniat buruk pada perusahaan kita. Pasti akan menyebabkan kebangkrutan juga pada kita ” Kata Julian dengan tatapan yang khawatir
Setelah selesai rapat, Julian memanggil Jodi ke ruangannya. Jodi Di pekerjakan oleh ayahnya di perusahaan sebagai seorang manajer. Kemampuannya cukup di akui meskipun dia sering sekali bersenang - senang dengan banyak wanita.
Tok tok tok
Ceklek, Jodi pun langsung memasuki ruangan sang ayah
” Apa Bapak memanggil saya? ”
Jodi berjalan mendekati sang ayah dan bersikap profesional di kantor
” Iya, duduklah! Saya ingin tahu perencanaan tentang kontrak kerja sama perusahaan kita. Seperti yang kamu ketahui, perusahaan kita sedang mengalami penurunan. Jadi saya membutuhkan perencanaan yang bagus untuk menarik minat investor ke perusahaan kita! ”
Kata Julian dengan tenang, layaknya seorang atasan pada bawahan