Chapter 130 Aku cukup belajar banyak darimu! (1/2)
Yudha dan Gina mengernyitkan dahi, melihat beberapa lembar uang yang di letakkan di atas meja oleh wanita itu.
” Maaf nona, kami sama sekali tidak membutuhkan uang anda yang hanya sedikit itu. Lebih baik anda gunakan untuk masuk kelas tata krama saja atau bisa anda sumbangkan kepada orang miskin”
Yudha berkata dengan tenang sambil membersihkan eskrim di jasnya. Dia sama sekali tidak menatap wanita itu
” Apa maksudmu? Kurang ajar sekali!
Sayang lihatlah, dia bersikap sombong dan tidak sopan padaku! ”Wanita itu kesal dan merengek pada sang kekasih
” Tuan. Kami sudah minta maaf. Dan ini sebagai uang kompensasi atas jas anda yang sudah kotor. Anda tidak perlu bersikap tidak sopan kepada pacar saya” Sang pria pun akhirnya membela sang kekasih
Yudha mendongak, menatap pasangan kekasih itu dengan tenang. Namun aura yang di perlihatkan dalam sorot matanya begitu dingin. Membuat bulu kuduk merinding
” Saya sudah katakan kepada kalian sebelumnya, kalau kami tidak membutuhkan uang yang sedikit itu. Anda tidak akan sanggup membayar kembali jas saya ”
” Sayang, apa kamu masih. menginginkan eskrimnya? Akan aku belikan yang baru untukmu! ”
Pandangan Yudha berubah hangat menatap sang istri sambil tersenyum. Gina pun membalas senyumnya dengan indah
” Tentu saja sayang. Aku menunggumu disini! ” Yudha pun beranjak pergi untuk memesan eskrim yang baru tanpa mempedulikan sejoli yang masih berdiri dihadapan mereka dengan menatap kesal kepada Yudha
” Sebaiknya kalian segera pergi dari sini. Jangan sampai menunggu suamiku kembali. Kami sedang tidak ingin membuat keributan ”
Gina dengan tenang menatap sejoli itu, dengan sebelah tangan yang menopang dagu diatas meja
” Berani sekali kamu berkata seperti itu kepada kami! Kamu tidak tahu siapa pacarku? Dia adalah Jodi Dinata, putra dari pemilik perusahaan Dinata dari kota C! ” Wanita itu mulai kesal dan meninggikan suaranya kepada Gina.
Gina masih tetap tenang mendengarkannya. Dia hanya tersenyum menyeringai kepada mereka ” Oooh,,, jadi kalian dari kota C? Lantas apa pentingnya bagiku mengetahui siapa kalian dan apa keperluan kalian disini? Sepertinya sama sekali tidak penting untukku! ”
” Perempuan ini sama sekali tidak takut pada kekuasaan ku. Hampir semua orang tahu aku. Tapi dia, masih saja tetap tenang setelah mendengar namaku! ” Pikir pria itu sambil menatap Gina dengan herah
Tak lama Yudha kembali dengan membawa eskrim ditangannya. Dia menyipitkan mata melihat pasangan itu yang masih berdiri disana setelah lumayan lama Yudha membeli es krim
” Rupanya kalian masih ada disini. Apakah masih ada keperluan lain dengan kami? ”