Chapter 90 Kecelakaan mobil (1/2)
Keesokan harinya Riska pergi ke Villa untuk menemui Siska.
” Siska, sebenarnya apa yang terjadi?
Kenapa kamu sampai mendorong Gina hingga ia terjatuh? ”
Riska yang panik langsung bertanya pada Siska
” Dia yang memancing kemarahan ku lebih dulu bu. Aku tidak tahan, sehingga aku mendorongnya hingga jatuh. Aku merasa puas bu. Itu memang pantas dia dapatkan. Dia yang menyebabkan semua penderitaan kita. Entah bagaimana keadaannya sekarang bu. Apa ibu sudah dapat kabar? ”
Siska terus saja nerbicara tanpa mendengarkan ibunya
” Sekarang kita pasti dalam masalah besar. Nenek mu belum bangun, tapi kamu sudah menimbulkan masalah baru. Apa yang harus kita lakukan sekarang? ”
Riska merasa panik, dia terus mondar mandir dihadapan Siska
” Sudahlah bu, tenang saja. Tidak ada yang melihatku mendorongnya. Pasti tidak akan terjadi apa - apa ”
Siska bicara dengan santai dan berusaha menenangkan ibunya
” Bagaimana bisa tenang?
Kita pasti akan berurusan dengan Yudha dan juga keluarga Gadis!
Kita sedang dalam masalah besar kali ini! ”
Riska masih merasa panik dan ketakutan. Wajahnya semakin pucat membayangkan apa yang bisa terjadi
” Ibu benar, bagaimana aku bisa melukai Gina secara langsung?
Seharusnya aku tidak terprovokasi olehnya! ”
Siska pun yang baru menyadarinya ikut panik dan takut membayangkan apa yang bisa saja terjadi
” Kita harus menemui nenek mu terlebih dulu,
semoga dia sudah sadarkan diri, dia pasti punya cara untuk mengatasi semuanya ”
Saran Riska kepada putrinya dengan wajah panik
” Baiklah bu,, ”
Mereka berdua bergegas menuju rumah sakit
Drrrt Drrrt
Sebelum mereka tiba dirumah sakit bagian keuangan perusahaan menghubungi Riska
” Halo,,, ”
” Hallo bu wakil direktur. Perusahaan kita sedang dalam masalah besar. Harga saham kita turun drastis pagi ini! ”
Riska mengangkat teleponnya dan sebelum menanyakan sesuatu orang yang berada di ujung telepon sudah berkata yang mengejutkan
” Apa maksudnya? ”
Riska mengernyitkan alis, tidak mengerti maksud dari karyawannya